Jadi vaksinasi ini yang paling penting kan sebenarnya surat indikasinya. Itu kan untuk anak-anak, tapi sebenarnya ada studinya untuk orang dewasa
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) akan segera diberikan usai pihaknya mendapatkan klarifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang studi efikasi vaksin campak bagi orang dewasa.
"Jadi vaksinasi ini yang paling penting kan sebenarnya surat indikasinya. Itu kan untuk anak-anak, tapi sebenarnya ada studinya untuk orang dewasa. Kita minta dari klarifikasi dari BPOM dulu, bahwa vaksinasi ini memang ada studi efikasinya untuk orang dewasa," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu.
Wamenkes Dante menyebutkan setelah mendapatkan respons terkait dari BPOM, pihaknya akan langsung menyelenggarakan imunisasi campak bagi para tenaga medis dan nakes yang mempunyai risiko tinggi untuk tertular penyakit tersebut.
Baca juga: Kemenkes keluarkan SE kewaspadaan campak guna lindungi nakes-named
Baca juga: Tiga dokter magang meninggal, Kemenkes evaluasi RS wahana & kebijakan
Untuk awalnya, kata dia, Kemenkes akan memilih 10 daerah prioritas yakni daerah dengan kasus tertinggi, antara lainTangerang Selatan, Tangerang, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, dan Serang.
"Setelah dilakukan vaksinasi yang tinggi, kita evaluasi apakah ada potensi untuk menyebarkan ke daerah yang lainnya," kata Wamenkes Dante.
Selain vaksinasi, menurutnya, yang terpenting adalah komunikasi, informasi, dan edukasi, tentang pola hidup bersih dan sehat bagi tenaga medis dan nakes.
"Gimana cuci tangan yang benar, gimana selalu pakai masker waktu periksa. Itu akan kita masyarakatkan lagi baik kepada nakes maupun kepada masyarakat," kata Wamenkes Dante.
Baca juga: Kemenkes bakal imunisasi campak nakes-named guna pelindungan
Baca juga: Kemenkes lakukan PE respons dokter yang meninggal akibat suspek campak
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.