Simpang Empat (ANTARA) - Korban bencana alam di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui dana siap pakai untuk pembangunan rumah rusak sedang dan ringan sebesar Rp1.005.000.000.
"Bantuan itu telah masuk langsung ke rekening penerima manfaat untuk segera dibangunkan ke rumah yang terdampak bencana November 2025 lalu," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail didampingi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Revi di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya adapun bantuan yang telah sampai itu dengan rincian untuk rumah rusak sedang sebanyak Rp450 juta untuk pembangunan 15 unit rumah. Satu rumah memperoleh Rp30 juta.
Untuk bantuan bagi rumah rusak ringan sebesar Rp555 juta untuk pembangunan 37 unit rumah. Masing-masing rumah memperoleh bantuan Rp15 juta.
Baca juga: Penyintas bencana di Aceh Tamiang kembali ke rumah
"Dana bantuan itu langsung masuk ke rekening penerima manfaat. Jika tim fasilitator telah selesai memfasilitasinya maka pembangunan bisa segera dilakukan," katanya.
Sekretaris BPBD Pasaman Barat Revi menyatakan pembangunan rumah usak sedang dan ringan itu nanti dilakukan secara mandiri didampingi oleh tim teknis dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Dinas Perumahan Pemukiman.
Pembangunan rumah rusak sedang dan ringan itu, katanya, akan disesuaikan dengan aturan yang ada di BNPB dan sesuai dan yang ada.
Sedangkan untuk dana pembangunan rumah rusak berat saat ini belum diterima karena masih proses pencairan.
"Untuk rumah rusak berat akan memperoleh dana Rp30 juta per unit. Dananya nanti juga akan langsung ke rekening penerima manfaat," sebut Revi.
Pasaman Barat merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak bencana alam pada November 2025 lalu. Sejumlah rumah dan fasilitas pertanian dan infrastruktur mengalami kerusakan.
Baca juga: Menjaga asa rekonstruksi Aceh
Baca juga: Empat bulan bencana Sumatera: Darurat teratasi, rekonstruksi dimulai
Baca juga: Kemensos kerahkan pilar sosial kawal bantuan bencana di Sumatera
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.