Padang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar untuk pembangunan sejumlah sarana dan prasarana publik yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
"Peradi selama ini selalu aktif dan peduli terhadap musibah atau bencana yang terjadi," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi yang juga Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan di Kota Padang, Kamis.
Di Kabupaten Agam, Peradi membangun mushalla yang ditandai dengan peletakan batu pertama, di Kota Padang rombongan Peradi bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy membangun sejumlah kelas di SMA 12 Padang yang rusak akibat banjir bandang, dan di Kabupaten Solok organisasi advokat tersebut membangun jembatan gantung.
Secara keseluruhan Peradi berhasil mengumpulkan donasi yang berasal dari kas, pengurus, anggota maupun mitra/pihak lain untuk membantu pemulihan dampak bencana banjir di Sumbar, Aceh, dan Sumatera Utara mencapai Rp6,7 miliar. Bantuan yang diserahkan itu difokuskan kepada pembangunan sejumlah sarana dan prasarana publik.
"Dari segi nilai mungkin bisa terbilang kecil dibandingkan dana pemerintah, namun ini wujud kebersamaan Peradi dalam setiap duka bangsa," ujarnya.
Baca juga: BNPB gandeng aparat penegak hukum cegah pungli bantuan bencana
Ia mengatakan kegiatan kemanusiaan ini rutin dilakukan Peradi di tanah air. Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan di lokasi terdampak bencana, seperti tsunami Palu, gempa Cianjur, banjir Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi, termasuk saat gempa di Solok, beberapa tahun silam.
Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan dana bagi 13 anggota Peradi yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar. Bantuan itu, salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota yang terkena musibah.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyambut baik kepedulian Peradi terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah dengan sebutan "Ranah Minang" itu, pada akhir November 2025.
Bantuan sosial dan kemanusiaan ini diharapkan terus mengalir untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan yang sedang berjalan.
"Terima kasih Peradi yang telah membantu dan membangun fasilitas publik di Sumbar seperti jembatan hingga kelas di SMA 12 Padang," kata dia.
Baca juga: Pekerja kebut pembangunan huntap korban bencana di Bireuen
Baca juga: Korban bencana di Sumut tidak lagi tinggal di tenda pengungsian
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
???????????????????????????? ???????????????? ???????????????????????? ???????????????????? ???????????????????????????? (0821)56108257 ???????????????? ???????? ???????????????????????????? (0823)72759208 ???????????? ???????????????????????????? ???????????????????? ????????@????????????????????????????.????????. ???????????????????????????? ???????????????????????????????? ???????????????????????????? ???????????????????????????? ???????????????????? ???????????????????????????????????? ????????????????????-???????????????????????? ???????????????????? 08:00-23:00 ????????????.