Moskow (ANTARA) - Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat terhadap dirinya merupakan langkah menuju normalisasi hubungan bilateral.
Pada Rabu (1/4), Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS mengumumkan penghapusan nama Rodríguez dari daftar sanksi.
Di platform X, Rodríguez mengatakan keputusan Presiden AS Donald Trump merupakan langkah signifikan menuju normalisasi dan penguatan hubungan kedua negara.
"Kami percaya kemajuan dan tekad ini pada akhirnya akan mengarah pada pencabutan sanksi aktif tambahan terhadap negara kami. Ini akan memungkinkan percepatan pembangunan ekonomi, investasi, serta kerja sama bilateral yang efektif demi kepentingan rakyat kedua negara," katanya.
Amerika Serikat dan Venezuela memulihkan hubungan diplomatik pada Maret setelah terputus sejak 2019.
Pada 3 Januari, pasukan AS menangkap Presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro, dan istrinya, serta membawa keduanya ke New York. Trump menyatakan mereka akan diadili atas dugaan "narkoterorisme" dan dianggap sebagai ancaman.
Setelah Maduro ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang kemudian dilantik sebagai penjabat presiden pada 5 Januari.
Sejak saat itu, kedua negara telah mengambil sejumlah langkah untuk mencairkan hubungan yang lama tegang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Presiden Maduro ditahan di sel super ketat penjara Brooklyn, AS
Baca juga: Maduro ajukan gugatan untuk pembatalan dakwaan narco-terorisme
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.