Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengapresiasi langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam mentransformasi kawasan kumuh Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, yang didorong untuk menjadi destinasi wisata sekaligus sentra ekonomi baru.
Program itu dinilai tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi diarahkan untuk mengubah wajah kawasan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi.
Seiring dimulainya peletakan batu pertama pada Rabu (1/4), Qodari saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis melihat penataan Menteng Tenggulun sebagai model pembangunan terpadu yang secara tegas menggabungkan peningkatan kualitas hunian dengan penciptaan ruang ekonomi dan daya tarik wisata baru di ibu kota.
Dalam peletakan batu pertama tersebut, Qodari menjadikan inisiatif itu sebagai langkah komprehensif, di mana transformasi kawasan padat tidak hanya menyasar pada perbaikan infrastruktur semata, tetapi juga didorong menjadi lingkungan yang produktif secara ekonomi dan berpeluang menjadi kawasan wisata baru di ibu kota.
"Jarang-jarang ada program yang komplit seperti program Pak Ara, ada perbaikan rumah dari jelek jadi bagus, dari tidak sehat jadi sehat. Jalan, got juga (diperbaiki), programnya lengkap," ujar Qodari.
Melihat desain dan perubahan fisik yang ada, Qodari optimistis kawasan ini akan memiliki daya tarik estetika yang tinggi di ibu kota.
"Tadi saya lihat jembatan, saya lihat desainnya, dugaan saya kalau sudah jadi akan jadi tempat selfie, Insya Allah daerah Menteng Tenggulun akan jadi daerah viral. Saya lihat di sini muralnya bagus-bagus, agar jadi indah dan menarik," kata dia.
Guna mendukung kebangkitan UMKM di wilayah tersebut, Qodari menegaskan pentingnya kolaborasi warga agar perputaran ekonomi dari sektor pariwisata lokal bisa terwujud.
"Jadi saya melihat peluang lain dari Menteng Tenggulun yaitu jadi tempat wisata, setelah renovasi bisa jadi tempat wisata. Tentunya bisa terlaksana dengan baik bila didukung ibu bapak di sini. Yang mengerjakan didukung. Bismillah, Insya Allah," ucapnya.
Program penataan yang dipuji oleh Kepala Staf Kepresidenan ini dipimpin langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait.
Penataan kawasan tersebut secara simbolis ditandai dengan membunyikan kentongan dan ditargetkan akan berlangsung selama 75 hari, mulai dari 1 April hingga 15 Juni 2026.
Sebanyak 152 rumah tidak layak huni akan direnovasi melalui kolaborasi lintas pihak, di antaranya dukungan dari Astra sebanyak 100 unit serta kontribusi dari Boy Thohir dan Lawrence Barki masing-masing 25 unit.
Sementara itu, Maruarar menegaskan transformasi perumahan tersebut harus berjalan berdampingan dengan kebangkitan ekonomi warga.
"Percuma kita perbaiki rumah dan jalan kalau ekonominya tidak kita perbaiki. Saya minta Ladies Bankers membina UMKM agar ada contoh keberhasilan yang bisa ditiru warga," ucap menteri yang akrab disapa Ara itu.
Penataan fisik di Menteng Tenggulun tidak sebatas hunian, melainkan mencakup pembenahan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, fasilitas ibadah hingga pembangunan boulevard kawasan yang akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, area komunal serta taman bermain.
Baca juga: Kementerian PKP memulai Gentengisasi di Menteng Tenggulun, Jakarta
Baca juga: Menteri PKP tinjau Menteng Tenggulun guna tekan kesenjangan pemukiman
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.