Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk terus menjaga konsistensi kinerja selama ditugaskan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Ia menegaskan gelombang ketiga penugasan Praja IPDN berpotensi menjadi penugasan terakhir sehingga praja dituntut mengakhiri masa pengabdian di Aceh Tamiang dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif.

"Tolong selalu jaga nama baik dari institusi kebanggaan kita IPDN dan Kemendagri," kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penegasan tersebut disampaikan Bima usai menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama (praja tingkat satu) di Aceh Tamiang.

Dalam arahannya, Bima juga mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang berada dalam situasi sulit, dengan keterbatasan sarana dasar serta aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti.

"Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua," ujarnya.

Menurutnya, praja yang ditugaskan sebelumnya menghadapi kondisi yang jauh dari ideal. Namun, dalam kurun waktu tiga bulan, situasi berangsur pulih berkat kerja keras praja bersama pemerintah daerah (Pemda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Saat ini, aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.

Baca juga: Wamendagri: Penugasan Praja IPDN misi kemanusiaan dan kebangsaan

Meski demikian, Bima mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi praja tidak lantas lebih ringan, melainkan memiliki karakter yang berbeda.

"Jangan salah memahami situasi membaca lapangan, jangan pernah menganggap enteng," kata Bima.

Ia menjelaskan jika sebelumnya praja berperan dalam pemulihan fungsi pemerintahan maka pada tahap ini penugasan lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

Terakhir, Bima mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulai dengan baik, tetapi juga oleh kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik.

"Perlombaan sering kali ditentukan bukan bagaimana kita start, tetapi bagaimana kita bisa menutup dan mengakhiri," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bima juga meninjau langsung titik operasi di Dusun Bahagia dan Dusun Amalia yang akan menjadi lokasi penugasan praja.

Di lokasi tersebut, praja akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.

Baca juga: Aktivitas Pemda Aceh Tamiang mulai pulih usai kedatangan Praja IPDN

Baca juga: Qodari tinjau aksi praja IPDN bersihkan MPP Aceh Tamiang

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.