Bincang-bincang bersama Aubry Beer

Bincang-bincang bersama Aubry Beer

Aubry Beer (Instagram/Aubrybeer)

Jakarta (ANTARA News) –  Aubry Widdy Asteria Beer membuktikan bahwa karir di dunia hiburan bisa dicapai tanpa mengesampingkan pendidikan.

Pemegang gelar Puteri Intelegensia dan Puteri Fotogenik di Puteri Indonesia 2013 ini meraih double degree dengan menyelesaikan pendidikan di Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia dan Economics and Finance di Universiteit Van Amsterdam, Belanda.

Dari kontes Puteri Indonesia, bungsu dari dua bersaudara itu mendapatkan beasiswa S2 di Universitas Trisakti. Aubry yang saat kecil pernah berakting di film televisi itu kini menjadi salah satu pemeran serial sitkom “The East” di Net TV.

Berikut bincang-bincang gadis kelahiran 3 Oktober 1990 ini bersama Antara News beberapa waktu lalu:

Lagi sibuk apa?

Bisnis pop and fold, yaitu creative packing and hampers. Jadi aku enterpreneur juga.

Bagaimana cerita awalnya berbisnis?

Awalnya dari tiga tahun lalu, bareng dengan teman-teman berempat, sahabat SMP. Kita dulu suka kumpul-kumpul setelah lulus kuliah. Kami sering kumpul ke kafe dan spending banyak kan, kemudian kami berpikir bagaimana caranya kumpul yang menghasilkan sesuatu. Jadi kami mengeluarkan ide itu.

Awal mula terjun ke dunia hiburan?

Awalnya 2007 ikut Gadis Sampul, terus di dunia modeling, pernah jadi cewek Hai, masuk ke runway, jalan di Jakarta Fashion Week sampai terjun ke dunia presenter.

Dari sejak mahasiswa sudah sibuk ya?

Iya, aku mahasiswa kupu-kupu. Kuliah-Pulang. Seru membayangkan kesibukan waktu itu. Saat kuliah aku sibuk mencatat paling depan biar bisa konsentrasi karena capek habis show pulang malam sebelumnya, besoknya kuliah lagi. Di keluargaku education is number one. Boleh berkarir di dunia entertainment tapi nggak boleh ninggalin dunia pendidikan. Teman-teman di kampus saling support dan bantu, kalau nggak bisa masuk ngasih catatan. Tapi karena aku sering mencatat, malah aku yang suka bagi-bagi catatan kalau ada yang butuh.

Kenapa masuk dunia hiburan?

Memang suka dasarnya di dunia entertainment. Awalnya penasaran, ingin coba dunia baru dan nggak pernah puas, ingin eksplorasi lebih lagi. Aku menjalani kehidupan ingin selalu sibuk nggak gitu-gitu aja, ketemu teman baru dan proyek baru. Ingin sesuatu yang beda dalam hidup. Di dunia modeling ketemu banyak orang baru, proyek macam-macam, foto di majalah ini, host di acara ini-itu, selalu ada adventure dalam kehidupan aku

Di keluarga ada yang terjun di dunia hiburan?

Semua dari bidang kerja, ibu saya wanita karir punya bisnis company sendiri dengan ayah saya. Kakak juga bekerja di brand. Tapi mereka support selama saya enggak ninggalin tugas sebagai anak dan murid. Waktu itu yang penting saya lulus dengan nilai baik, boleh berkarir di dunia entertainment. Dan itu saya buktikan saya bisa lulus S2 less than 2 years dengan IPK 3,96. Semua perjuangan terbayar. Bisa membahagiakan orangtua juga.

Lalu kenapa tidak sejak awal berkecimpung di dunia hiburan?
 
Saya memang tertarik juga dengan ekonomi. Dalam kehidupan kita dihubungkan sama ekonomi. Semua orang harus tahu dunia ekonomi. Dalam pekerjaan, saya juga pakai ilmu itu, misalnya negosiasi nilai kontrak, semua berhubungan dengan ekonomi. Enggak pernah menyesal ambil topik itu. Saya dari dulu memang suka angka, matematika, akuntansi dan seperti itu. Jadi memang it fit me. Ke depan mungkin akan ada proyek apa yang bisa lebih memanfaatkan apa yang saya pelajari di kampus.

Selain bisnis ada hal lain di mana ilmu kamu terpakai?

Saya bantu orangtua juga di kantor bisnis oil and gas. Saya pegang finance. Jadi, sebelum syuting Entertainment news, pagi-pagi saya masuk kantor, pulang syuting kerjain bisnis hampers. Pagi ngantor, syuting, lalu berbisnis. Kalau lagi ada projek syuting sehingga enggak bisa kerjain hampers, bagi-bagi tugas dengan teman. Memang harus pintar bagi waktu.

S2 sudah lulus, ada rencana S3?

Belum sih, kalau double master mungkin. Pengen ambil course di luar (negeri) lagi lihat-lihat yang menarik. Kita harus mau belajar, walau tidak harus sekolah, tapi belajar dari orang lain. Harus semangat, karena belajar bisa dimana saja, enggak hanya di bangku kuliah. Mungkin next year (course).


Berminat terjun lebih dalam ke dunia akting?

Masih tetap fokus di presenter dan model. Akting kalau ada yang pas filmnya dan waktunya pas mungkin mau coba juga. Tapi belum ada pikiran ke arah situ.

Saat senggang, apa hobi kamu?

Memasak sama traveling. Olahraga juga senang. Juga menghabiskan waktu sama keluarga karena orangtuaku kerja dan sibuk. Kalau libur, sebisa mungkin masak bareng sama keluarga. Setiap pekan kami ada di rumah masak bareng, gantian, kadang saya bikin desert, kakak saya buat yang lain.

Masak apa?

Apa saja bisa, semur. lasagna, desert seperti cake. Karena aku di Belanda kan masak juga.

Diajari atau belajar sendiri?

Memang bisa karena diajari mama, melihat mama, papa dan kakak bisa masak. Belajar juga di YouTube. Aku dikirim ke Belanda juga jadi mandiri.

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar