Jakarta (ANTARA) - Gelandang Mainz Paul Nebel percaya timnya bisa lolos dari jerat degradasi pada akhir kompetisi Liga Jerman musim ini dan bertahan di kasta tertinggi.

Dikutip dari rilis resmi, Jumat, Nebel menjelaskan jika Mainz sudah berhasil beberapa kali melewati fase sulit dan orang-orang dilarang meremehkan mereka.

"Kami telah mengalami banyak paruh pertama musim di mana orang mengatakan itu akan sulit, dan kemudian kami membalikkannya. Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah menunjukkan kemampuan kami," kata Nebel.

"Kami telah mengalahkan tim-tim kuat dan menangani pertandingan yang wajib dimenangkan, seperti di Bremen, dengan penuh kedewasaan. Itulah mengapa saya yakin kami akan mencapai tujuan kami sebagai sebuah tim," kata dia.

Pada paruh pertama Liga Jerman musim ini, Mainz sempat terseok-seok dan bersaing di papan bawah menghindari zona degradasi sebelum beberapa waktu terakhir perlahan menunjukkan kebangkitan.

Saat ini Mainz tengah menempati peringkat 11 klasemen sementara Liga Jerman dengan 30 poin dari 27 pertandingan, unggul sembilan poin dari zona degradasi otomatis.

Pada pertandingan terakhirnya di Liga Jerman, Mainz berhasil mengalahkan salah satu tim kuat Eintracht Frankfurt 2-1 dan Nebel menjelaskan itu merupakan kemenangan yang luar biasa.

"Itu kenangan yang indah. Itu hari yang istimewa. Setelah paruh pertama musim yang sulit, memiliki momen seperti itu di kandang sendiri sangat berarti. Itu memberi saya dorongan besar, terutama dalam hal kepercayaan diri," kata Nebel.

"Tentu saja, Anda masih memikirkannya dari waktu ke waktu. Tapi sepak bola terus berjalan cepat, saya sudah fokus pada pertandingan berikutnya melawan Hoffenheim dan ingin tampil baik serta kembali sukses bersama tim," katanya.

Baca juga: Jadwal Liga Jerman pekan 28: Bayern Muenchen bertandang ke Freiburg

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.