Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing disiplin speed Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi menilai persaingan di dalam tim nasional saat ini berlangsung ketat, bahkan menyerupai mini Olimpiade.

Menurut dia, atmosfer kompetitif di dalam tim menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya di level internasional, khususnya dalam menghadapi World Climbing Asia Championship Meisan 2026, di China pada 7-12 April, sebagai upaya meraih tiket ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

"Persaingan di internal tim speed Indonesia sangat ketat," kata Robby saat diwawancarai di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu.

Dia menyatakan, kualitas para atlet senior turut mendorong peningkatan performa para atlet muda.

Keberadaan atlet-atlet papan atas dunia, seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, dan lainnya dalam satu tim membuat setiap sesi latihan memiliki intensitas tinggi.

Veddriq merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, sedangkan Kiromal pernah menduduki peringkat satu dunia International Federation of Sport Climbing (IFSC). Sedangkan Raharjati kini menempati peringkat ke-10 dunia IFSC.

Fakta itu, lanjut dia, menjadi gambaran persaingan ketat yang akan dihadapi dalam Kualifikasi Asian Games nanti.

Robby mengaku sangat termotivasi bersaing dengan para senior yang memiliki prestasi gemilang tersebut.

Torehan prestasi itu membuatnya terus terpacu untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.

"Senior saya merupakan atlet-atlet yang hebat, jadi simulasi pertandingan dalam latihan yang dibuat pelatih sudah bisa menjadi gambaran bagaimana peta persaingan nanti," ujar atlet berumur 19 tahun itu asal Gresik, Jawa Timur itu.

Baca juga: Pelatih panjat tebing: Tim speed makin solid usai kasus oknum pelatih

Selain fokus pada persaingan, dia juga menekankan pentingnya konsistensi dan adaptasi terhadap program latihan yang telah disusun pelatih.

Pemuda itu mampu mengikuti program dengan baik, termasuk menjalani latihan mandiri saat momen libur Lebaran Idul Fitri 2026.

Dalam proses latihan selama bulan Ramadhan lalu, dia juga berhasil mencatatkan rekor pribadi dengan catatan waktu 4,76 detik. Torehan itu menjadi indikator positif atas progres yang dicapainya.

Oleh sebab itu, Robby berharap dapat tampil maksimal atau minimal menempati delapan besar di Meisan, China, guna meraih tiket untuk tampil perdana di multievent olahraga Asian Games.

Sementara itu, sembilan atlet disiplin speed akan mewakili Indonesia dalam World Climbing Asia Championship Meisan 2026, di China, Kamis (9/4). Turnamen itu merupakan ajang untuk Kualifikasi Asian Games (AG) 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada September.

Sembilan atlet yang berangkat terdiri dari lima putra dan empat putri. Sektor putra diperkuat Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Aditya Tri Syahria.

Sedangkan sektor putri diisi oleh Rajiah Sallsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.

Selain sembilan atlet disiplin speed, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga akan memberangkatkan tujuh atlet lead dan boulder, sehingga total atlet yang dikirim untuk ajang di Meisan, China, berjumlah 16 orang.

Baca juga: Tiga atlet panjat tebing Indonesia pastikan diri tampil di AG 2026

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.