Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang berencana membangun Sekolah Rakyat di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyo Herlambang (SMH) di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu pada Juni 2026.
"Kami mendapat dukungan dari pihak Lanud SMH untuk memanfaatkan lahan seluas 6,7 hektare guna merealisasikan program pemerintah pusat itu," kata Sekda Palembang Aprizal Hasyim di Palembang, Sabtu.
Untuk memulai pembangun Sekolah Rakyat di kawasan tersebut, pihaknya kini tengah melakukan berbagai persiapan.
Persiapan itu meliputi kelengkapan administrasi, analisa mengenai dampak lingkungan, analisis lalu lintas, serta perbaikan akses jalan.
Menurut dia, sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung 1.000 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Baca juga: Mensos kawal pembangunan Sekolah Rakyat seluas 9,6 Ha di OKU Timur
"Mengenai dana operasional Sekolah Rakyat itu, seperti untuk kegiatan pendidikan dan pakaian seragam siswa, akan ditanggung pemerintah pusat," ujar Sekda Aprizal.
Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Raimon Lauri menambahkan, program tersebut difokuskan bagi masyarakat kategori miskin ekstrem (desil 1 dan 2) yang selama ini rentan putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Sekolah Rakyat disiapkan pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak secara gratis,” jelasnya.
Setiap siswa Sekolah Rakyat nantinya akan mendapatkan pembiayaan sekitar Rp4 juta per bulan yang mencakup biaya makan, kebutuhan sekolah, hingga operasional tenaga pengajar.
Sekolah ini dirancang dengan fasilitas setara sekolah unggulan, bahkan ditargetkan mendekati standar SMA Taruna Nusantara.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” kata Raimon.
Baca juga: Kemenko PM monitoring dan evaluasi pelaksanaan SRMA 22 Malang
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat SMA di Aceh titipkan surat untuk Presiden
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.