Lampung Selatan (ANTARA) - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melepas keberangkatan 1.350 santri asal wilayah setempat menuju ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

“Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah langkah mulia untuk menjemput cahaya ilmu. Kalian adalah aset spiritual yang akan menjaga cahaya iman di Lampung Selatan,” kata Radityo Egi Pratama di Kalianda, Sabtu.

Sebanyak 27 armada bus disiapkan untuk mengantarkan para santri yang tergabung dalam Rombongan Mangkat Santri Lampung (Romansa) itu menuju Pondok Pesantren Lirboyo.

“Perjalanan ini menandai langkah baru bagi para santri dalam mengasah keilmuan sekaligus membentuk karakter. Keberangkatan para santri merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna,” kata dia.

Oleh karena itu, dia juga mengingatkan bahwa status sebagai santri Lirboyo bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga tanggung jawab membawa nama baik daerah.

“Menjadi santri di sana berarti membawa nama Lampung Selatan. Saya titipkan nama daerah ini, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa proses belajar yang akan dijalani para santri harus dimaknai sebagai bekal pengabdian.

“Belajarlah dengan hati, pulanglah dengan bakti. Jadikan ilmu sebagai cahaya yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Tradisi pelepasan santri, menurut bupati memiliki nilai filosofis yang kuat. Para santri tidak dilepas sendirian, melainkan diiringi doa, dukungan, dan harapan dari orang tua, masyarakat, hingga pemerintah daerah.

“Ini adalah kekuatan moral bagi mereka. Ada doa yang menyertai setiap langkah mereka,” ucapnya.

Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.