Jakarta (ANTARA) - Asisten Pelatih Pacific Caesar Surabaya Andi Prasetyo menyebut timnya kedodoran dalam bertahan saat melawan Kesatria Bengawan Solo, sehingga kalah 91-98 dalam pertandingan IBL di Sritex Arena, Kota Solo, Sabtu malam.
Menurut dia, para pemain sudah menjalankan rencana permainan dengan benar saat menyerang, tetapi kewalahan saat mempertahankan paint area.
"Itu (lengah bertahan) akan menjadi pekerjaan rumah bagi kami," kata Andi setelah pertandingan.
Dia mengatakan kelengahan dalam bertahan selalu menjadi kendala utama timnya.
Terbukti, perolehan poin lewat serangan yang intens juga telah merepotkan lawan. Namun dalam momen yang sama, pertahanan justru menjadi peluang bagi lawan dalam mengumpulkan poin.
Baca juga: Pelatih sanjung pemain Kesatria bermain solid hingga akhir laga
"Kami berharap Caesar Family (fan) tetap mendukung penuh tim dalam pertandingan-pertandingan berikutnya, agar bisa memberikan hasil terbaik," ujar dia.
Power forward Darren Vai Celosse menambahkan para pemain telah berusaha maksimal menerapkan strategi yang ditentukan oleh pelatih.
"Selain bermasalah di pertahanan, kami juga harus mengurangi turnover yang bisa dimanfaatkan lawan untuk mengumpulkan poin," kata dia.
Pacific kini berada di peringkat ke-10 dengan total 17 poin dan catatan menang-kalah 2-13, sedangkan Kesatria di posisi kesembilan dengan 18 poin dan catatan 5-8.
Baca juga: Satria Muda tumbang di kandang dikalahkan RANS lewat overtime
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.