Jakarta (ANTARA) - Setelah meluncurkan Galaxy S26 Series, Samsung akan menghadirkan varian Fan Edition (FE) yang spesifikasinya terungkap setelah muncul di platform pengujian performa Geekbench.

Dilansir dari Gizmochina Jumat waktu setempat, ponsel dengan nomor model SM-S741 itu dibekali prosesor deca-core dengan kecepatan hingga 3,30GHz, yang mengombinasikan inti performa dan efisiensi.

Informasi tersebut juga menunjukkan keberadaan GPU Xclipse 950, yang mengindikasikan penggunaan chipset Exynos 2500 besutan Samsung. Hasil pengujian juga mengungkap bahwa ponsel tersebut menjalankan sistem operasi Android 17 serta didukung RAM sekitar 8GB.

Baca juga: Samsung Galaxy S26 segera kompatibel dengan AirDrop lewat Quick Share

Dari sisi performa, Samsung Galaxy S26 FE ini mencatat skor 2.426 untuk single-core dan 8.004 untuk multi-core, yang menunjukkan peningkatan dibanding generasi sebelumnya, khususnya pada kinerja multi-core.

Kemunculan Android 17 pada unit pengujian ini mengindikasikan bahwa Galaxy S26 FE berpotensi menjadi salah satu ponsel pertama yang langsung hadir dengan sistem operasi terbaru tersebut.

Di sisi lain, penggunaan chipset Exynos 2500 disebut sejalan dengan strategi Samsung yang menempatkan seri FE sedikit di bawah model flagship dari segi performa.

Baca juga: Membedah aspek yang ditingkatkan di Galaxy S26 dan S26+

Meski sebelumnya sempat muncul spekulasi terkait penggunaan chipset yang lebih baru, informasi dari bocoran tersebut menunjukkan Samsung kemungkinan tetap mengusung pendekatan keseimbangan antara kinerja dan efisiensi.

Namun demikian, hasil benchmark dapat bervariasi tergantung versi perangkat lunak yang digunakan. Pengujian ini dilakukan menggunakan versi Geekbench yang lebih lama, sehingga berpotensi memengaruhi hasil skor yang ditampilkan.

Baca juga: Samsung debutkan ponsel seri unggulan Galaxy S26

Baca juga: Bocoran kamera dan baterai Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.