Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer ...
Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kopilot pesawat jet F-15E, yang ditembak jatuh di Iran, dalam selamat sehingga itu menjadi salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah Amerika yang telah dilakukan untuk menyelamatkannya.
Sebelumnya, CBS mengklaim, dengan mengutip sumber, bahwa salah satu pilot telah diselamatkan dan dievakuasi oleh dua helikopter militer Amerika Serikat.
"Saudara-saudaraku warga Amerika, dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan yang paling berani dalam sejarah AS untuk salah satu perwira kru kita yang luar biasa, dan juga kebetulan merupakan seorang kolonel yang amat dihormati; dan dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang selamat dan sehat!" kata Trump di media sosial TruthSocial.
Baca juga: Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz dalam 48 jam
Trump menambahkan bahwa militer Amerika terus memonitor lokasi sang pilot selama 24 jam. Meskipun mengalami luka, katanya, sang pilot dalam keadaan baik.
"Atas instruksi saya, militer AS mengerahkan puluhan pesawatnya yang dilengkapi dengan senjata paling mematikan di dunia untuk menyelamatkannya. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer bahwa dua pilot AS telah diselamatkan, secara terpisah, meskipun mereka berada jauh di dalam wilayah musuh," ujar Trump.
Menurut Washington Post, pesawat tempur Amerika yang jatuh di Iran itu diyakini merupakan jet tempur dan pengebom F-15 E, dengan kru berjumlah dua orang.
Kantor Berita Tasnim sebelumnya melaporkan pihak militer Iran telah menangkap pilot AS tersebut usai berhasil menyelamatkan diri setelah pesawatnya ditembak sistem pertahanan udara Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump desak NATO berani kirim kapal militer ke Selat Hormuz
Baca juga: Jet tempur AS serang Iran saat mencari pilot F-15 yang hilang
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.