Jakarta (ANTARA) - Dua serial baru "Peaky Blinders" akan segera tayang di Netflix yang merupakan sekuel dari serial asli BBC yang sukses di layanan streaming global.
Ditulis laman The Hollywood Reporter, Jumat (2/4) waktu setempat dua serial terbaru ini berlatar 10 tahun setelah serial pertama "Peaky Blinders: The Immortal Man" berakhir. Dalam serial terbaru ini Duke Shelby akan diperankan aktor baru yakni Jamie Bell menggantikan pemeran Duke dari "The Immortal Man", Barry Keoghan.
"Di era baru "Peaky Blinders" ini, satu dekade setelah Perang Dunia Kedua, perlombaan untuk membangun kembali Birmingham menjadi kontes brutal dengan dimensi mitos,” demikian bunyi sinopsis serial baru tersebut.
Baca juga: Musim terakhir "Peaky Blinders" bawa kembali pesona Anya Taylor-Joy
Baca juga: "Peaky Blinders" akan berakhir di musim keenam
Duke Shelby pada serial ini diceritakan lebih tua, lebih bijaksana, lebih ambisius, dan pastinya lebih berbahaya.
"Jessica Brown Findlay, Lashana Lynch, dan Lucy Karczewski juga telah dikonfirmasi untuk bergabung dalam pemeran, peran mereka akan ditentukan kemudian," kata Netflix.
Charlie Heaton ( Industry ) akan bertarung bersama Bell/Duke dalam geng "Peaky Blinders" generasi baru ini.
"Kami sangat beruntung memiliki Jamie Bell yang memerankan putra tertua Tommy Shelby, Duke, dan juga memiliki Charlie Heaton yang luar biasa yang memimpin para pemain. Akan ada pengumuman pemain menarik lainnya, dan Peaky akan kembali berpetualang," kata Steven Knight, pencipta dan penulis serial dan film tersebut.
Duke Shelby adalah anak haram berdarah Gipsi dari Tommy Shelby (Cillian Murphy), mantan pemimpin "Peaky Blinders" yang terbunuh dalam film ini.
Serial baru ini rencananya akan difilmkan di Birmingham, Inggris.
Baca juga: Aktor Cillian Murphy sempat diprediksi akan jadi bintang rock
Baca juga: Cillian Murphy akan membintangi film "Peaky Blinders"
Baca juga: PUBG Mobile berkolaborasi dengan serial Peaky Blinders
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.