Pesantren harus terus bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya. Ujian berbasis digital ini menjadi bagian dari upaya kita menjaga kualitas

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menekankan transformasi digital dalam pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Tahun Ajaran 2025/2026.

Ujian akhir ini diikuti oleh 69.176 santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia dan dilaksanakan berbasis Computer Based Test (CBT).

“Pesantren harus terus bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya. Ujian berbasis digital ini menjadi bagian dari upaya kita menjaga kualitas. sekaligus memperkuat daya saing lulusan pesantren,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Senin.

Pelaksanaan UAN PKPPS dijadwalkan secara bertahap, yakni tingkat Ulya pada 6–19 April 2026, tingkat Wustha pada 20 April–2 Mei 2026, dan tingkat Ula pada 4–16 Mei 2026. Ujian ini bertujuan mengukur capaian hasil belajar santri sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Ujian akhir pendidikan diniyah formal diikuti 10.747 santri

Suyitno mengatakan penyelenggaraan UAN PKPPS merupakan bagian penting dalam memastikan mutu pendidikan pesantren tetap terjaga dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, transformasi digital melalui CBT menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam sistem evaluasi pendidikan pesantren.

Sementara itu Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim menekankan pentingnya pelaksanaan ujian yang menjunjung tinggi prinsip integritas, kejujuran, dan profesionalitas. Ia juga mengingatkan seluruh penyelenggara agar memastikan kesiapan teknis serta pendampingan optimal bagi santri.

Baca juga: Pendidikan pesantren dijamin UU dan tak perlu ujian kesetaraan

“Ujian ini bukan sekadar evaluasi akademik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. Integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap prosesnya,” ujar Arskal Salim.

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said menambahkan UAN PKPPS merupakan bentuk pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren salafiyah. Ia berharap seluruh pesantren dapat menyukseskan pelaksanaan ujian ini dengan baik.

“Kami mengajak seluruh pesantren, para kiai, ustaz, dan santri, untuk bersama-sama menyukseskan UAN PKPPS ini. Ini adalah ikhtiar bersama dalam menjaga mutu sekaligus marwah pendidikan pesantren,” kata Basnang Said.

Baca juga: Menko PM perkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.