matahari adalah satu-satunya yang tidak pernah berhenti memberi, selalu setia memancarkan energinya untuk dimanfaatkan.

Jakarta (ANTARA) - Persiapan menghadapi kedatangan El Nino harus dilakukan segera agar dampaknya tidak merambat berat. Saat itu terjadi yang paling dulu terasa bukan sekadar panas, tetapi hilangnya air dari tanah.

Hujan berkurang, sungai menyusut, dan kelembapan tanah turun drastis. Pada saat yang sama, krisis energi akibat perang teluk membuat biaya pompa air meningkat, distribusi pupuk terganggu, tanaman tak akan tumbuh optimal. Maka produksi pangan akan tertekan.

Di titik inilah kita menghadapi multi krisis: air berkurang, energi mahal, pangan terancam.

Namun ada satu sumber energi yang tidak pernah berhenti bekerja; matahari.

Selama ini, energi surya lebih sering diposisikan sekadar sebagai sumber listrik. Padahal, dalam sektor pertanian, perannya jauh lebih strategis, yakni sebagai penggerak sistem pangan.

Melalui pemasangan panel surya di lahan pertanian, energi ini dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung berbagai aktivitas produksi, mulai dari penyediaan air hingga penanganan pascapanen.

Pertama, energi surya dapat menghidupkan pompa air untuk irigasi tanpa bergantung pada bahan bakar fosil. Dalam kondisi El Nino, ketika kebutuhan air meningkat, sistem ini menjadi penyelamat. Air dapat dipompa secara konsisten tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.

Kedua, energi surya mendukung pengeringan hasil panen. Pada komoditas seperti padi, jagung, dan kopi, pengeringan yang tidak optimal sering menjadi sumber kehilangan hasil. Dengan sistem pengering berbasis surya, kualitas produk dapat dipertahankan, sekaligus mengurangi kerugian petani.

Ketiga, energi surya memungkinkan penyimpanan dingin (cold storage) di wilayah yang selama ini sulit dijangkau listrik. Ini penting untuk menjaga kesegaran produk hortikultura dan perikanan, serta mengurangi kehilangan pascapanen.

Tanah terlupakan

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.