Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Jerman menyelidiki dugaan penganiayaan setelah bentrokan di lapangan antara dua kelompok suporter setelah pertandingan strata kedua Liga Jerman (2. Bundesliga) SG Dynamo Dresden menjamu Hertha Berlin, Sabtu (4/4).
Polisi Dresden mengonfirmasi pada Minggu (5/4), lebih dari selusin penyelidikan kriminal telah dibuka terkait dugaan pelanggaran ketertiban umum, penganiayaan berbahaya, perusakan properti, dan penipuan tiket setelah pertandingan tersebut, demikian dikutip dari ESPN, Senin.
Babak pertama pertandingan itu sempat dihentikan sekitar 20 menit setelah kembang api dan suar dinyalakan berulang kali oleh kedua kelompok suporter di Stadion Rudolf-Harbig, Dresden. Wasit Sven Jablonski kemudian membawa para pemain keluar lapangan.
Baca juga: Klasemen Liga Jerman: Muenchen kokoh di puncak menuju akhir musim
Baca juga: Liga Jerman: Eintracht Frankfurt diimbangi Koln
Suporter di sektor tim tamu lalu masuk ke lapangan dan bentrok dengan pendukung tuan rumah, yang juga memanjat pembatas. Kericuhan itu membuat polisi anti huru-hara Jerman turun tangan.
Pihak Dynamo Dresden mengatakan pejabat klub telah saling bertukar temuan awal dengan polisi selama pertandingan sebagai bagian dari investigasi.
Direktur pelaksana Dynamo Dresden, Stephan Zimmermann, menyebut insiden tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan merusak.
"Pertandingan kandang kami dikenal dengan atmosfernya yang unik. Gambar seperti yang kita lihat malam ini tidak bisa diterima dan sangat merusak bukan hanya klub kami, tetapi juga sepak bola di Jerman secara keseluruhan,” kata Zimmermann dalam pernyataan tertulis klub.
Setelah pertandingan itu dilanjutkan, Hertha menang 1-0 berkat gol menit ke-80 dari Marten Winkler.
Dynamo Dresden saat ini berada di posisi ke-15 klasemen sementara strata kedua Liga Jerman dengan 29 poin. Sedangkan Hertha menghuni posisi keenam dengan 47 poin.
Baca juga: Dortmund kalahkan Stuttgart berkat dua gol masa injury
Baca juga: Bayern Muenchen bangkit lumat Freiburg 3-2
Penerjemah: A Rauf Andar Adipati
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.