Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Muhammadiyah menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Senin, untuk mendukung keamanan pelaksanaan haji 2026.
"Muhammadiyah mendukung jaminan atas keamanan pelaksanaan haji tahun ini," kata Ketua PP Muhammadiyah M. Sa'ad Ibrahim usai pertemuan tersebut.
Muhammadiyah percaya bahwa Kerajaan Arab Saudi mampu menjamin pelaksanaan ibadah Haji, katanya dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua LPHU PP Muhammadiyah M. Ziyad an Sekretaris LPHU PP Muhammadiyah Marjuki Al Jawiy itu.
Sa'ad juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar.
Sementara itu, Dubes Faisal mengatakan Muhammadiyah dan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat erat dan berkelanjutan di berbagai sektor, terutama kerja sama pendidikan.
Terkait haji, Dubes Arab Saudi itu kembali menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 akan berlangsung aman dan sesuai rencana meski kawasan Timur Tengah sedang dilanda ketegangan geopolitik.
"Alhamdulillah persiapan pelaksanaan haji 2026 masih sesuai rencana dan Insya Allah tidak ada perubahan lainnya. Alhamdulillah Kerajaan Arab Saudi masih aman dan stabil ," katanya.
Pada kesempatan itu, Dubes Faisal juga memaparkan perkembangan terkini krisis Timur Tengah, khususnya terkait dengan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Ia menilai konflik kawasan menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya terhadap kawasan Teluk, tetapi juga dunia.
"Situasi di Kawasan Timur Tengah berdampak terhadap ekonomi secara global, termasuk perekonomian di Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan serangan Iran terhadap negara-negara saudara maupun negara tetangganya, khususnya negara-negara Arab seperti Arab Saudi, negara-negara Teluk lainnya, serta negara-negara Islam lainnya, merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan ditolak keras.
Ia menilai permintaan Iran kepada negara-negara Muslim untuk menunjukkan solidaritas sebagai hal yang kontradiktif, mengingat di saat yang sama Iran justru terus melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangganya, termasuk negara-negara Islam.
"Apalagi pihak Iran meminta kepada negara-negara Muslim untuk melakukan solidaritas dan sementara Iran terus melakukan serangan kepada negara-negara tetangganya, negara-negara Islam," kata Dubes Faisal.
Baca juga: Negara Teluk disebut terlibat dalam operasi AS melawan Iran
Baca juga: Arab Saudi kecam serangan Iran ke negara - negara Teluk, Arab, Islam
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.