Jakarta (ANTARA) - Dinas Bina Marga DKI menangani lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tapal Kuda (Tanjung Barat) dan Lenteng Agung (Jagakarsa), Jakarta Selatan sebagai upaya tindak lanjut setelah aduan warga terkait hal itu.

"Dari hasil pemeriksaan, dapat dipastikan lift di JPO Tanjung Barat berfungsi secara normal dan dapat digunakan masyarakat sesuai jam operasional," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Siti mengatakan Dinas Bina Marga sudah melakukan pemantauan di lokasi tersebut.

Pemantauan dan perbaikan ini untuk menanggapi adanya aduan masyarakat terkait kondisi lift JPO yang menjadi kebutuhan warga.

Sementara lift di JPO Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tidak dapat beroperasi sementara waktu dikarenakan ada bagian (spare part) yang mengalami kerusakan dan butuh penggantian.

"Adapun pengadaan suku cadang (spare part) lift yang rusak tersebut saat ini tengah dalam proses pemesanan. Perbaikan akan segera dilakukan setelah barangnya tersedia," kata dia.

Dinas Bina Marga DKI menyatakan berkomitmen menyediakan aksesibilitas yang bernilai penting, terutama bagi pengguna kursi roda, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan lainnya.

Pihaknya turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi fasilitas umum, khususnya infrastruktur kebinamargaan.

Berdasarkan postingan Instagram @liputanwargajakarta, pada Minggu siang (5/4) lift di kedua lokasi tersebut dinyatakan tidak berfungsi.

Fasilitas itu terlihat tidak terawat sehingga warga harus kembali menggunakan tangga manual.

Baca juga: Warga keluhkan rusaknya JPO Terminal Rambutan

Baca juga: Ini kata legislator terkait terkait revitalisasi JPO Sarinah

Baca juga: Ini pengakuan Pramono terkait JPO Sarinah

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.