Teheran (ANTARA) - Iran, Senin (6/4), memperingatkan soal serangan balasan yang jauh lebih destruktif dan ekstensif jika target sipil mereka kembali diserang.
"Jika serangan terhadap target sipil terulang, tahap-tahap selanjutnya dari operasi ofensif dan balasan kami akan jauh lebih destruktif dan luas," ujar seorang juru bicara untuk Markas Pusat Khatam al-Anbiya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tetap ditutup.
Dalam perkembangan lain, Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran, pada Minggu (5/4) memperingatkan bahwa front perlawanan dapat menyasar Selat Bab el-Mandeb.
"Kalau Gedung Putih berniat mengulangi kesalahan konyolnya, mereka akan segera menyadari bahwa aliran energi dan perdagangan global dapat diganggu hanya dengan satu sinyal," tutur Velayati melalui media sosial, yang menyiratkan kemungkinan penutupan jalur perairan tersebut.
Menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, Selat Bab el-Mandeb merupakan titik rawan utama bagi pelayaran antara Samudra Atlantik, Samudra Hindia, dan Laut Mediterania.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.