Ternate (ANTARA) - Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa bumi magnitudo 7,6 Kota Ternate, Maluku Utara melaporkan hingga hari kelima setelah terjadi gempa bumi, jumlah pengungsian di Pulau Batang Dua mencapai 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga.
"Para korban yang mengungsi berada di Kecamatan Pulau Batang Dua," kata Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate Rizal Marsaoly di Ternate, Senin.
Baca juga: BMKG kirim tim ahli survei dampak gempa di Maluku Utara-Sulawesi Utara
Dia mengatakan saat ini mereka masih mengungsi, karena masih trauma dengan kejadian gempa bumi yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.48 WIT yang disertai peringatan dini tsunami yang dikeluarkan pihak BMKG.
Rizal menjelaskan enam kecamatan di Kota Ternate yang terdampak, tetapi wilayah terparah adalah Kecamatan Pulau Batang Dua, karena wilayah mereka sangat berdekatan dengan pusat gempa bumi.
"Akibatnya, banyak bangunan rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan maupun rumah ibadah seperti gereja," kata Rizal.
Sedangkan jumlah kerusakan rumah warga di Kecamatan Pulau Batang Dua meliputi 79 unit rumah ringan, 85 unit rusak sedang, sementara 61 unit mengalami rusak berat.
Untuk bangunan rumah ibadah gereja yang dilaporkan mengalami kerusakan, yakni tiga unit rusak ringan, lima unit rusak sedang dan enam unit rusak berat, dan ditambah bangunan sekolah satu unit serta dua unit sarana umum.
"Untuk Kecamatan Ternate Selatan, sebanyak tujuh bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan, yakni empat unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak berat. Sementara di Kecamatan Ternate Utara dilaporkan sebanyak tujuh unit rumah warga dan semuanya hanya mengalami rusak ringan," kata Rizal Marsaoly.
Baca juga: BNPB: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil
Baca juga: BMKG minta warga Ternate jangan panik usai diguncang gempa bumi
Sementara Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Barat dan Kecamatan Pulau Ternate hingga Kecamatan Pulau Moti masing-masing dilaporkan mengalami satu unit bangunan rumah warga dengan rusak ringan.
Atas kejadian itu, lanjut Rizal, Pemkot Ternate menetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi selama 14 hari terhitung sejak 2 - 15 April mendatang.
"Bantuan logistik, baik dari Pemerintah Pusat maupun berbagai pihak dari Maluku Utara telah disalurkan ke warga terdampak," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.