Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Barat melakukan pendataan administrasi kependudukan (adminduk) terhadap pendatang baru setelah Lebaran 2026 di RW 016 Kelurahan Kapuk, Cengkareng.
Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin menyebut, kegiatan itu bertujuan untuk mengetahui jumlah pendatang baru yang masuk ke DKI Jakarta, khususnya Jakarta Barat.
"Kegiatan pendataan ini kami gelar untuk mengetahui berapa banyak warga luar DKI, khususnya di Jakarta Barat, setelah Lebaran, baik yang menetap maupun sementara," ujar Gentina di Jakarta Barat, Senin.
Ia mendata dua kategori pendatang, yakni warga yang menetap secara permanen dan warga yang tinggal sementara.
"Kalau bagi warga pendatang baru yang pindah untuk menetap, maka wajib membawa surat pindah dari daerah asalnya. Sementara untuk yang tinggal sementara tidak lebih dari satu tahun, akan kami berikan dokumen penduduk nonpermanen," kata dia.
Baca juga: Dukcapil DKI imbau pendatang baru lapor ke kelurahan
Dalam kegiatan layanan adminduk tersebut di Pos RW 16 Kelurahan Kapuk itu, tercatat total 142 pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
"Rinciannya, konsultasi sebanyak 20 layanan, pendataan nonpermanen 31 orang, KTP rusak 21 layanan, perekaman KTP 41 orang, Kartu Keluarga delapan layanan, serta Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 21 layanan. Total pelayanan mencapai 142," jelas Gentina.
Tak hanya itu, petugas dari Sudin Dukcapil juga melakukan sosialisasi kepada warga pendatang agar segera melapor ke pengurus lingkungan setempat.
“Kami mengimbau pendatang baru untuk melapor ke RT/RW dalam waktu 1x24 jam. Setelah itu, mereka juga harus melapor ke Dukcapil untuk mendapatkan dokumen kependudukan,” tambahnya.
Gentina mengungkapkan bahwa Kelurahan Kapuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Baca juga: Pendatang baru di Jakarta capai 1.700 orang, didominasi pria
"Kami pilih Kelurahan Kapuk karena merupakan salah satu wilayah terpadat. Di RW 16 saja tercatat ada sekitar 23.000 jiwa dengan 25 RT," ungkapnya.
Sementara itu, Kasatpel Dukcapil Kelurahan Kapuk, Surtinah, menambahkan bahwa mayoritas pendatang baru berusia di atas 25 tahun dan berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.
“Biasanya mereka datang untuk ikut saudara atau mencari pekerjaan di Jakarta,” kata Surtinah.
Ia menambahkan, kegiatan pendataan ini akan berlangsung hingga 20 April 2026 dan dilakukan secara bertahap.
"Untuk pendataan permanen hingga saat ini di Kelurahan Kapuk yang sudah terdata ada 16 orang dan ini akan berlangsung sampai tanggal 20 April," katanya.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.