Berlin (ANTARA) - Ribuan orang turun ke jalan di seluruh Jerman pada akhir pekan lalu untuk pawai perdamaian Paskah tradisional untuk menyerukan diakhirinya konflik global.

Terdapat lebih dari 70 aksi unjuk rasa di seluruh negara itu pada akhir pekan yang menyuarakan penolakan terhadap perang, menurut stasiun radio Jerman, Deutschlandfunk.

Aksi protes tersebut terutama berfokus pada konflik di Ukraina dan Timur Tengah.

Pawai itu dihadiri oleh sekitar 3.000 orang yang berkumpul di Stuttgart dan 2.000 di Munich. Para pembicara dalam acara itu menyerukan kepada Pemerintah Jerman agar berkontribusi terhadap penghentian konflik-konflik tersebut melalui diplomasi.

Sejumlah outlet media Jerman baru-baru ini melaporkan bahwa Undang-Undang baru, yang mulai diberlakukan tahun ini, telah menetapkan regulasi bahwa pria berusia 17 hingga 45 tahun harus mengantongi izin terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri yang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Menurut Deutschlandfunk, sejak aturan melakukan perjalanan yang sebelumnya luput dari perhatian itu mendapat sorotan pada pekan ini, pihak penyelenggara pawai memperkirakan jumlah kehadiran partisipan muda akan lebih tinggi tahun ini.

Di Berlin, ratusan orang berunjuk rasa pada Minggu (5/4) untuk menentang tindakan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.