Kami membangun komunikasi dengan anggota DPD RI, DPR RI, serta para menteri asal Papua untuk membahas persoalan Papua secara serius, sehingga dapat melahirkan konsep pembangunan yang nyata,
Sorong (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw mengusulkan, Raja Ampat ditetapkan menjadi kawasan kebijakan khusus nasional guna mendorong percepatan pembangunan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurut Waterpauw, penetapan status khusus diperlukan agar pengelolaan Raja Ampat tidak berjalan secara parsial, melainkan melalui kerangka kebijakan negara yang lebih komprehensif dan terarah.
Ia menekankan, pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan Papua yang konkret.
“Kami membangun komunikasi dengan anggota DPD RI, DPR RI, serta para menteri asal Papua untuk membahas persoalan Papua secara serius, sehingga dapat melahirkan konsep pembangunan yang nyata,” ujar Waterpauw di Sorong, Selasa.
Baca juga: Garuda jadikan Bali hub Indonesia Timur dengan rute internasional
Ia menjelaskan, hasil pembahasan tersebut nantinya akan diajukan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Papua.
Waterpauw mencontohkan sejumlah kawasan di Indonesia yang telah memiliki status khusus, seperti Danau Toba dan Batam, yang dinilai berhasil mendorong percepatan pembangunan melalui pendekatan kebijakan terintegrasi.
“Saya berharap Raja Ampat ke depan bisa menjadi kawasan kebijakan negara khusus, sehingga pengelolaannya lebih fokus dan terarah,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pengembangan Raja Ampat tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mengedepankan pariwisata berbasis masyarakat.
Baca juga: TNI AL bantu penyelamatan kapal wisata rusak propeler di Raja Ampat
Dalam kesempatan tersebut, Waterpauw juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan permukiman wisata berbasis masyarakat lokal sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan warga.
“Konsep ini sangat baik karena masyarakat menjadi bagian langsung dari pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, Raja Ampat perlu terus bertransformasi menuju pengelolaan pariwisata yang lebih modern tanpa mengabaikan kearifan lokal serta kelestarian lingkungan.
"Dengan potensi alam yang mendunia, Raja Ampat memiliki peluang besar menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global," katanya.
Baca juga: Perjalanan pulang hiu zebra ke Raja Ampat
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.