Meskipun curah hujan di Kabupaten Demak rendah, warga Demak tetap harus mewaspadai datangnya banjir ketika pada saat bersamaan di kawasan hulu terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Demak (ANTARA) - Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan daerah yang secara geografis berada di kawasan bawah atau pesisir, sehingga secara alamiah menjadi daerah lintasan aliran sungai dari hulu ke hilir menuju laut.
Kabupaten Demak juga merupakan daerah lintasan dari sejumlah sungai besar, seperti Sungai Wulan, Sungai Cabean, dan Sungai Tuntang. Pengelolaan semua sungai itu kewenangannya berada pada pemerintah pusat. melalui BBWS Pemali Juana.
Meskipun curah hujan di Kabupaten Demak rendah, warga Demak tetap harus mewaspadai datangnya banjir ketika pada saat bersamaan di kawasan hulu terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Hal demikian juga terjadi ketika enam tanggul Sungai Tuntang yang melintasi Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol akibat air yang masuk melebihi kapasitas daya tampung.
"Ketika itu kebetulan di Kabupaten Demak sebagai bagian hilir cuacanya cerah, sedangkan bagian hulu yang merupakan daerah pegunungan yang tersebar di beberapa kabupaten sedang turun hujan dengan intensitas tinggi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Ahmad Sugiharto di Demak.
Sungai Wulan pernah memutus jalur Pantura Kudus-Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan, kemudian luapan Sungai Cabean, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang belum lama ini juga membanjiri Demak.
Ada sembilan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo.
Kesembilan desa terdampak banjir tersebut meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solowire (Kecamatan Kebonagung).
Selain mengakibatkan 2.839 jiwa mengungsi, ada 2.116 rumah juga terdampak, belum termasuk 29 tempat ibadah, 18 sekolah, serta 671 hekatare pertanian juga tergenang.
Banjir tersebut juga mengakibatkan 27 unit rumah warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak rusak berat maupun ringan. Bahkan, 12 unit rumah di antaranya hanyut diterjang banjir.
Ujian kepekaan
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.