Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang memindahkan lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dari wilayah Buring ke Arjowinangun.
"Sampai saat ini lahan yang kami tetapkan masih di Arjowinangun, itu sebagai pengganti yang ada di Buring," kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Dia menyampaikan pemindahan lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat dikarenakan kendala status lahan.
Subkhan menyampaikan bahwa lahan yang direncanakan untuk gedung permanen berstatus sebagai lahan hijau, sehingga menyebabkan lokasi tersebut tidak boleh dibangun gedung apapun.
Baca juga: Menteri PPPA: Sekolah Rakyat bangkitkan semangat anak-anak
Situasi pada akhirnya mengharuskan Pemkot Malang mencari alternatif lahan lainnya untuk kebutuhan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
"Arjowinangun luasannya lima koma sekian hektare. Kalau yang di Buring memang lebih luas, kalau tidak salah 8,9 hektare, tetapi kan lahan hijau," ujarnya.
Ditanya rencana realisasi pembangunan, Subkhan menyampaikan sampai saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Nantinya proses pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Lalu, operasionalnya langsung berada di bawah Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemudian, pengaturan kurikulum pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi kewenangan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca juga: Pemkot Palembang bangun Sekolah Rakyat di kawasan Lanud SMH
"Jadi ada kolaborasi dari pemerintah pusat," ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito mengatakan syarat administrasi pemindahan lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah diajukan ke pemerintah pusat.
Secara spesifikasi, gedung permanen memiliki daya tampung sebanyak 1.000 murid, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
Sebagai informasi, aktivitas belajar mengajar Sekolah Rakyat di Kota Malang atau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 selama ini menggunakan Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) di Jalan Tlogowaru dengan jumlah pelajar sebanyak 100 orang.
Total ada empat kelas yang dibuka, di mana masing-masing diisi oleh 25 pelajar.
Baca juga: Fasilitas Sekolah Rakyat 32 Natuna dibangun mulai Mei 2026
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.