Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menyatakan bahwa revitalisasi pasar tradisional di DKI juga perlu ditunjang dengan komitmen bersama dalam rangka menciptakan pasar yang nyaman dan aman bagi para pembeli.
"Untuk mewujudkan pasar nyaman dan aman tidak sekedar memperbaiki wujud fisik, tetapi membangun komitmen bersama dengan para pedagang yang ada untuk menciptakan suasana pasar yang nyaman dan aman," kata Wahyu di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, langkah Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi pasar tradisional agar semakin baik perlu didukung oleh semua pihak.
Ia mengatakan bahwa saat ini ketika semua berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan pasar dapat dilakukan, tanpa harus menunggu revitalisasi.
"Upaya komitmen bersama ini sesungguhnya bisa dimulai di seluruh pasar yang ada dengan mulai merapikan, menjaga kebersihan serta kenyamanan di lingkungan pasar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dimulainya revitalisasi pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat, dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara sebagai bagian dari rencana modernisasi 153 pasar tradisional diharapkan dapat menjadi contoh modernisasi pasar tradisional.
"Mudah-mudahan perubahan pasar tradisional di Jakarta bisa segera terwujud, seiring dengan proses rehabilitasi fisik yang secara bertahap dilakukan," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mulai melakukan revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara, Senin, yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking dua pasar tersebut.
Adapun Pasar Kramat Jaya merupakan pembangunan pasar baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Jakarta Utara.
“Di Kramat Jaya ini, 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya yang ada di Kramat Jaya,” jelas Pramono dalam sambutannya di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Dirinya ingin melakukan perbaikan pasar-pasar yang ada di ibu kota. Tak hanya dari segi penataan dan kebersihan, dia juga mendorong agar transaksi jual beli di pasar bisa dilakukan secara digital.
Apabila hal tersebut dilakukan, lanjut Pramono, pasar-pasar di Jakarta bisa menjadi panutan atau role model untuk daerah lainnya.
Baca juga: BPJPH: Perlindungan jaminan produk halal penting di pasar rakyat
Baca juga: H-3 Lebaran, harga daging di Jakbar capai Rp160 ribu per kilogram
Baca juga: Menkeu tegaskan pasar tradisional tidak mati suri
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.