Jakarta (ANTARA) - Founder lembaga survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan mayoritas masyarakat atau sekitar 79,8 persen responden menilai angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan, sebagaimana hasil survei yang dirilis pada Selasa.
Temuan ini memperkuat persepsi positif publik terhadap efektivitas pengelolaan arus mudik oleh pemerintah pada tahun ini.
“Sebanyak 79,8 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa kecelakaan lalu lintas menurun,” kata dia diikuti dalam siaran daring diikuti di Jakarta.
Penilaian tersebut relatif konsisten di kalangan pemudik, dengan kisaran angka serupa, menunjukkan persepsi penurunan kecelakaan tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari mereka yang mengalami langsung perjalanan mudik.
Burhanuddin menilai hasil tersebut mencerminkan adanya perbaikan dalam pengelolaan mudik yang melibatkan berbagai instansi.
“Ini melibatkan banyak instansi, termasuk Polri, Kementerian Perhubungan, serta sektor energi terkait penyediaan bahan bakar,” ujarnya.
Temuan ini diperkuat oleh pengalaman empiris pemudik. Peneliti utama Indikator Politik Indonesia Hendro Prasetyo dalam siaran tersebut menyebut sebagian besar responden tidak mengalami maupun menyaksikan kecelakaan selama perjalanan.
“Sebagian besar pemudik (lebih dari 83 persen) tidak mengalami atau melihat langsung kecelakaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proporsi pemudik yang mengaku mengalami kecelakaan sangat kecil dibandingkan total pemudik yang diperkirakan mencapai sekitar 47 juta orang pada 2026.
“Yang mengaku mengalami kecelakaan jumlahnya sangat kecil,” katanya.
Dari kelompok kecil yang mengalami kecelakaan, mayoritas kasus bersifat ringan, sementara sekitar seperempat tergolong sedang hingga fatal. Sementara itu, responden yang menyaksikan langsung kecelakaan juga didominasi penilaian bahwa tingkat keparahan berada pada kategori ringan hingga sedang, dengan sekitar 10 persen tergolong fatal.
Temuan ini sejalan dengan indikator lain dalam survei, seperti tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik yang mencapai 80,8 persen serta penilaian terhadap pengaturan arus mudik yang sekitar 81 persen dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Survei dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara keseluruhan, persepsi penurunan kecelakaan ini mengindikasikan efektivitas upaya pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama periode mudik, meskipun tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.