Doha (ANTARA) - Pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat tujuh rudal balistik di dekat fasilitas industri minyak di Provinsi Timur kerajaan tersebut pada Senin malam, kata Kementerian Pertahanan, Selasa, seperti dilaporkan Sputnik.

"Tujuh rudal balistik yang ditembakkan ke arah Provinsi Timur berhasil dicegat dan dihancurkan," kata Kemenhan Saudi lewat unggahannya di platform X.

Menurutnya, serpihan rudal balistik jatuh di dekat fasilitas energi. "Skala kerusakannya masih dinilai," katanya.

Kemenhan menambahkan bahwa selama beberapa jam terakhir, sistem pertahanan udara mereka berhasil menangkis 18 drone di atas kerajaan.

Sementara itu, Kantor Berita Turki Anadolu melansir bahwa Saudi juga telah menghentikan sementara aktivitas kendaraan di Jembatan King Fahd yang menghubungkan kerajaan itu dengan Bahrain sebagai tindakan pencegahan.

Otoritas Jembatan King Fahd dalam pernyataannya mengatakan penangguhan tersebut bersifat "pencegahan" menyusul peringatan yang dikeluarkan dalam beberapa jam terakhir oleh Platform Peringatan Dini Nasional di Provinsi Timur, tempat jembatan itu berada.

Platform tersebut adalah sistem elektronik yang digunakan untuk mengeluarkan peringatan kepada penduduk selama keadaan darurat keamanan atau cuaca.

Hingga pukul 05.30 GMT (12.30 WIB), pihak berwenang Saudi belum mengeluarkan pembaruan tentang kapan lalu lintas akan dilanjutkan.

Baca juga: Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut telah cegat drone dan rudal Iran

Baca juga: Konsulat AS di Saudi peringatkan adanya ancaman serangan rudal

Baca juga: AS setuju jual 280 rudal ke Arab Saudi

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.