Jakarta (ANTARA) - Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Dr Rizka Halida menyebutkan bahwa kepuasan terhadap kondisi jalan dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berada di angka 74,4 persen.

Aspek tersebut memiliki tingkat kepuasan terendah, meskipun secara umum layanan publik dinilai positif oleh masyarakat.

“Secara umum, pemudik cenderung puas terhadap layanan mudik, meskipun kondisi jalan masih perlu perbaikan,” ujarnya dalam rilis survei evaluasi publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 diikuti daring di Jakarta, Selasa.

Dalam survei yang dilakukan pada 29 Maret–4 April 2026 terhadap 1.200 responden, layanan dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah posko Polri sebesar 84 persen (14 persen sangat puas, 70 persen cukup puas), disusul ketersediaan bahan bakar 81,7 persen dan angkutan umum 79,7 persen.

Adapun rekayasa lalu lintas di jalan tol seperti one way dan contraflow memperoleh tingkat kepuasan 77,6 persen, sementara pengaturan lalu lintas non-tol sebesar 76,1 persen.

Sementara, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Prof Burhanuddin Muhtadi menilai rendahnya kepuasan terhadap kondisi jalan tidak lepas dari ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, terutama di wilayah perkotaan.

“Warga DKI cenderung paling kritis, karena terbiasa dengan kondisi jalan yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan, ketika masyarakat dari kota besar melakukan perjalanan ke daerah, standar penilaian terhadap kualitas infrastruktur menjadi lebih tinggi, sehingga memengaruhi persepsi kepuasan.

“Ketika mudik ke daerah, standar ekspektasi mereka lebih tinggi sehingga tingkat kepuasan lebih rendah,” ujarnya.

Meski menjadi aspek terendah, penilaian terhadap kondisi jalan tetap berada dalam kategori positif, seiring tingkat kepuasan umum penyelenggaraan mudik yang mencapai 80,8 persen.

Burhanuddin menegaskan bahwa temuan ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan secara merata di berbagai daerah tujuan mudik.

“Ini sekaligus menjadi kritik bahwa perbaikan kondisi jalan masih menjadi pekerjaan rumah utama,” ujarnya.

Survei juga menunjukkan evaluasi publik yang cenderung positif di hampir semua kelompok demografi, namun kualitas infrastruktur dasar seperti jalan tetap menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan masyarakat pada masa mendatang.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.