Kalau pemudanya kuat, persatuannya kuat dan pangannya kuat maka masa depan Indonesia juga akan kuat
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak generasi muda memperkuat persatuan dan berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.
Ajakan tersebut disampaikan olehnya dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar dan lintas iman di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Selasa.
“Kalau pemudanya kuat, persatuannya kuat dan pangannya kuat maka masa depan Indonesia juga akan kuat,” kata Zulhas.
Ia mengatakan kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok dan biaya logistik.
Dengan demikian, pemerintah mempercepat program strategis seperti swasembada pangan, energi dan hilirisasi untuk menjaga ketahanan nasional.
Baca juga: Menko Zulhas: Pangan RI tetap aman meski geopolitik pengaruhi logistik
Baca juga: Baru 10 persen pesantren terima MBG, pemerintah lakukan percepatan
“Kita dorong percepatan di sektor-sektor strategis, termasuk pangan, agar target yang semula direncanakan jangka menengah dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.
Zulhas menyebut dampak gejolak global turut dirasakan pada distribusi barang, termasuk perubahan jalur pelayaran yang memicu kenaikan biaya logistik.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti plastik juga berdampak pada distribusi pangan, termasuk ketersediaan karung untuk gabah.
Meski demikian, ia memastikan kondisi pangan nasional khususnya beras tetap aman di tengah ketidakpastian global.
Kementerian Pertanian mencatat cadangan beras pemerintah per 7 April 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan.
Selain itu, total ketersediaan beras nasional, termasuk produksi dan stok, diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton, sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan geopolitik global dan potensi El Nino.
“Tahun 2026, Insya Allah ketersediaan beras kita aman,” ucap Zulhas.
Ia menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan.
Dalam acara silaturahmi, Zulhas mendorong pemuda untuk berkontribusi kepada negara melalui gagasan, inovasi dan aksi nyata.
Pertemuan itu diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan generasi pemuda dalam menjaga ketahanan pangan dan persatuan.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, antara lain Pemuda Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Selain itu, hadir pula organisasi lintas iman seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, serta organisasi lainnya.
Baca juga: Menko Pangan dorong penguatan aturan pengelolaan sampah
Baca juga: Pemerintah siapkan aturan denda sawah yang telanjur beralih fungsi
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.