Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar Swiss merayakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss dengan menyelenggarakan konser “Symphony of Friendship” guna meningkatkan hubungan antar masyarakat kedua negara.

Dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara di Jakarta, Selasa, Duta Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder mengatakan bahwa hubungan antar masyarakat antara Indonesia dan Swiss berpeluang untuk ditingkatkan.

“Saya tidak akan berbicara tentang sisi ekonomi, tetapi saya pikir hubungan antar masyarakat dapat ditingkatkan,” kata Dubes Zehnder.

Menurutnya, Indonesia dan Swiss telah bekerja sama dalam bidang ekonomi, pendidikan, komoditas dan banyak sektor yang berbeda selama 75 tahun hubungan bilateral, dan menyatakan bahwa kedua negara perlu meningkatkan kerja sama, terutama dalam hubungan antar masyarakat.

Karena itulah, Dubes Swiss itu mengatakan dirinya sangat senang karena Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) yang membawakan konser “Symphony of Friendship” akan datang ke Swiss, di mana masyarakat Swiss akan menemukan sisi lain dari Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Punjul Setya Nugraha, berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia dengan Jakarta Concert Orchestra menjadi satu potret baru dari Indonesia kepada komunitas internasional.

Potret baru itu, menurut Punjul, memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan ragam budaya yang sangat luar biasa yang memadukan seni modern dan kontemporer dengan kaedah budaya Indonesia.

“Dan sepanjang 2026, Kementerian Luar Negeri sudah merencanakan sejumlah kegiatan dalam konteks hubungan antara pemerintah, antara masyarakat,” ujar Punjul.

Kedutaan Besar Swiss bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dengan Indonesia dengan menyelenggarakan konser “Symphony of Friendship” pada 7 April 2026 di Jakarta dan akan dilanjutkan dengan penampilan di Basel, Swiss, pada 17 April 2026.

Menurut pernyataan resmi Kedubes Swiss, “Symphony of Friendship” di bawah arahan Avip Priatna itu hadir tidak hanya sebatas sebagai program konser, tetapi juga sebagai representasi konkret dari diplomasi budaya yang menghubungkan berbagai bentuk hubungan bilateral Indonesia dan Swiss.

Lagu-lagu daerah Indonesia yang dibawakan dalam aransemen orkestral di antaranya adalah Sik Sik Sibatumanikam (Sumatra Utara), Tak Tong Tong (Sumatra Barat), Bubuy Bulan (Jawa Barat), Ayo Mama (Maluku), Paris Barantai (Kalimantan), Tokecang (Jawa Barat), Benggong (Manggarai), dan Lisol (Sumatra Utara).

Baca juga: Indonesia perkuat diplomasi budaya di APFF Bern, Swiss 2026

Baca juga: Danantara dinilai bakal jadi magnet pelaku bisnis global di WEF Swiss

Baca juga: Diplomasi digital Indonesia raih penghargaan internasional di Swiss

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.