Jakarta (ANTARA) - Survei Indikator Politik Indonesia mencatat sebanyak 85,3 persen masyarakat yang mudik Lebaran 2026 puas dengan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan Polri.

Founder sekaligus peneliti utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan di Jakarta, Selasa menyebutkan bahwa pihaknya membagi dua kategori dalam melihat tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026.

Kategori pertama, ia mengatakan survei dilakukan kepada masyarakat yang tidak melaksanakan mudik. Sementara, kategori kedua ditujukan bagi masyarakat yang melakukan mudik pada 2026 ini.

"Mayoritas warga secara umum 80,8 persen puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Terlebih di kalangan pemudik tingkat kepuasan lebih tinggi, yakni 85,3 persen," ujarnya.

Burhanuddin mengatakan di seluruh kalangan responden tingkat kepuasan penyelenggaraan mudik Lebaran juga tidak menurun jika dibandingkan di 2025.

Dalam survei tersebut, ia menyebutkan bahwa sebanyak 81,4 persen kalangan masyarakat dari kelompok umum setuju Operasi Ketupat 2026 lebih baik menciptakan kelancaran arus lalu lintas. Sementara, di kalangan pemudik jumlah yang setuju lebih tinggi, yakni 82,7 persen.

Selain itu, kata dia, sebanyak 79,8 persen masyarakat setuju penyelenggaraan Lebaran 2026 lebih baik dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan 2025 lalu.

"Mayoritas setuju baik di kalangan semua responden maupun di kelompok responden yang melakukan mudik bahwa Operasi Ketupat Lebaran tahun ini lebih baik dalam menciptakan kelancaran arus lalu lintas dan lebih baik dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dibanding tahun lalu," ujarnya.

Burhanuddin mengatakan mayoritas pemudik juga merasa puas dengan fasilitas dan layanan selama arus mudik/balik Lebaran 2026.

"Pemudik paling puas dengan penyediaan posko dari Polri untuk pengamanan, pusat informasi, sekaligus memberi layanan tempat istirahat bagi masyarakat selama arus mudik/balik sebesar 84 persen," tuturnya.

Selain itu, sebanyak 77,6 persen pemudik juga puas dengan layanan rekayasa lalu lintas berupa contraflow hingga one way di jalan tol dan 76,1 persen untuk pemudik di jalan arteri.

Survei dilakukan dalam periode 29 Maret sampai 4 April 2026, dengan total 1.200 orang responden. Pelaksanaan survei dilakukan dengan metode simple random sampling dan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diwawancarai lewat tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor yang mendatangi kembali responden terpilih.

Baca juga: Indikator: Kepuasan publik mudik Lebaran 2026 capai 80,8 persen

Baca juga: Indikator: Kepuasan jalan mudik Lebaran 2026 di angka 74,4 persen

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.