Teheran (ANTARA) - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan menyatakan bahwa "pembunuhan" dan "kejahatan" terhadap kepemimpinan Iran tidak akan menghentikan jalannya negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Khamenei memberikan penghormatan kepada Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC Majid Khademi atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam "berbagai upaya senyap di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan" Iran.

Dia juga menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) beralih ke "terorisme dan pembunuhan" setelah mengalami "kekalahan beruntun." Khademi tewas di Teheran pada Senin (6/4) akibat sebuah serangan udara yang diklaim Israel.

Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan sejawat Khademi serta para komandan lainnya di lingkungan Organisasi Intelijen IRGC.

Khademi ditunjuk sebagai kepala organisasi intelijen pada Juni 2025 lalu, setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel yang menewaskan Mohammad Kazemi, mantan kepala organisasi sebelumnya.

Sebelum penunjukannya, Khademi menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.