Jakarta (ANTARA) - Menteri Haji dan Umroh Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyoroti dampak gejolak di Timur Tengah terhadap kenaikan biaya bahan bakar pesawat (avtur) pesawat yang akan membawa jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji.
"Aftur naik dua kali, bahkan tiga kali lebih. Itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini," kata Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kementerian Haji dan Umroh, Jakarta, Selasa (7/4).
Dia mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah mencari pemecahan solusi, dan menekankan bahwa Presiden ingin agar kenaikan biaya avtur tersebut tidak sampai memberikan tambahan beban bagi jemaah haji.
"Presiden tentu menekankan jangan sampai, apapun yang terjadi, jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita. Itu harapan Presiden, permintaan Presiden," katanya.
Presiden, kata dia, juga menyatakan bahwa apapun keputusan pemerintah Indonesia, semuanya didasarkan pada pertimbangan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji.
Sementara itu, terkait upaya mitigasi untuk memitigasi kemungkinan dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap pelaksanaan ibadah haji, Menteri Haji itu mengatakan bahwa Kementerian tersebut telah menetapkan penerbangan langsung bagi jemaah haji reguler.
Sementara, bagi jemaah haji khusus yang diperkirakan akan melakukan penerbangan transit, Irfan mengatakan bahwa Kementerian Haji telah meminta pihak swasta untuk memitigasi berbagai kemungkinan dengan mencari penerbangan yang bisa langsung menuju Arab Saudi.
"Kami sudah meminta mereka untuk memitigasi kemungkinan-kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi," demikian katanya.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan Indonesia guna membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia.
"Kami di Kedutaan Arab Saudi senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami untuk berkoordinasi dan bekerja sama, dan juga membantu berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi," kata Dubes Faisal.
"Tentu kita akan siap untuk memberikan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar," imbuh Dubes Faisal.
Dia berharap pelaksanaan musim haji 2026 berjalan dengan baik, sehingga masyarakat Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
"Dari hati yang sangat dalam, mudah-mudahan musim haji tahun ini berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian, masyarakat Indonesia, para jemaah haji Indonesia, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke Tanah Air dengan selamat," demikian kata Dubes Faisal.
Baca juga: Wamenhaj: Presiden tanggung kenaikan avtur tidak bebani jamaah haji
Baca juga: RI naikkan fuel surcharge 38 persen respons kenaikan harga avtur
Baca juga: Bahlil: Harga avtur Pertamina lebih kompetitif dibanding negara lain
Pewarta: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.