Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz mengawali upaya mempertahankan gelar Monte-Carlo Masters dengan kemenangan telak 6-1, 6-3 pada babak kedua melawan Sebastian Baez, Selasa, di Monako di mana ia hampir tidak melakukan kesalahan sepanjang pertandingan yang berlangsung selama 70 menit tersebut.

"Ini merupakan awal yang sangat baik untuk turnamen ini bagi saya," kata Alcaraz, dikutip dari ATP.

"Sejujurnya, saya terkejut dengan level permainan saya. Saya kira saya akan bermain sedikit lebih buruk, tetapi saya senang dengan semua yang telah saya lakukan hari ini."

"Mungkin ada beberapa hal yang tidak saya lakukan dengan baik di set kedua. Saya membiarkan dia masuk ke dalam pertandingan, tetapi secara keseluruhan, saya senang bisa bermain pertandingan lagi di lapangan tanah liat," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

Bertanding di lapangan tanah liat untuk pertama kalinya sejak kemenangan dramatisnya di final Roland Garros melawan Jannik Sinner Juli lalu, petenis No.1 dunia itu mematahkan servis Baez lima kali dan hanya kehilangan servisnya sendiri sekali.

Alcaraz berupaya untuk mengulangi musim gemilangnya di lapangan tanah liat pada 2025, ketika ia mencetak catatan menang/kalah 22-1 di permukaan tersebut.

Baca juga: Alcaraz antusias kembali sebagai juara bertahan di Monte-Carlo

Pekan ini di Monte-Carlo, ia juga berkompetisi dengan kesadaran bahwa rival beratnya Sinner memiliki kesempatan untuk menggantikannya sebagai petenis peringkat satu dunia Senin depan.

"Saya akan kehilangan peringkat No.1 dunia suatu saat nanti. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi di turnamen ini atau turnamen lain," kata Alcaraz.

"Saya memiliki banyak poin yang akan sangat sulit untuk dipertahankan. Bahkan jika saya berhasil mempertahankannya, Jannik akan menambah beberapa poin."

"Saya hanya akan mencoba bermain sebaik mungkin dan mari kita lihat apa yang terjadi, tetapi bagi saya, posisi No.1 tidak ada dalam pikiran saya saat ini," ujar petenis Spanyol itu.

"Saya hanya mencoba merasakan performa terbaik di lapangan tanah liat dan mari kita lihat bagaimana musim lapangan tanah liat berjalan."

Setelah kalah dalam dua dari tiga pertandingan terakhirnya menjelang Monte-Carlo, Alcaraz hampir tidak bisa berbuat lebih banyak melawan petenis peringkat 65 dunia, Baez, untuk menunjukkan bahwa ia masih dalam performa terbaik dalam kariernya.

Ia menggunakan pukulan forehand-nya yang kuat untuk mendominasi reli sejak awal dan memenangi 83 persen (25/30) poin di belakang servis pertamanya, menurut statistik ATP.

Ia kini memiliki catatan 18-2 untuk musim ini, termasuk meraih gelar di Australian Open dan di Doha.

Tantangan selanjutnya bagi Alcaraz, peraih 26 gelar di level tur, di Monte-Carlo Country Club adalah pertandingan babak ketiga melawan petenis Argentina lainnya, Tomas Martin Etcheverry, atau petenis Prancis Terence Atmane.

Alcaraz belum pernah menghadapi salah satu dari calon lawannya tersebut sebelumnya.

Baca juga: Sinner memulai musim tanah liat dengan tampil dominan di Monte-Carlo

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.