Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan penguatan distribusi bantuan beras dan minyak goreng bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa menyampaikan realisasi penyaluran bantuan pangan tahun 2026 hingga saat ini telah mencapai sekitar 32.145.520 kilogram beras dan 6.438.104 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.
Namun demikian, kata dia, capaian tersebut baru sekitar 4,83 persen dari total target penyaluran bantuan pangan yang direncanakan pemerintah untuk tahun ini secara nasional.
Rizal menjelaskan keterlambatan penyaluran disebabkan faktor administratif yang baru diterima pada akhir Maret 2026 serta bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang membutuhkan penyesuaian distribusi.
"Kami laporkan ini terkendala karena kemarin administrasi kami terima di bulan Maret akhir. Kemudian penyaluran Banpang (bantuan pangan) ini juga seiring dengan menjelang hari Ramadhan dan Idul Fitri," kata Rizal.
Baca juga: Prabowo minta Mensos salurkan bantuan pangan tepat waktu
Baca juga: Bapanas sebut bantuan beras dan minyak goreng bentuk kehadiran negara
Selain itu, keterbatasan pasokan minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO) turut mempengaruhi percepatan distribusi, sehingga penyaluran diprioritaskan untuk kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri.
Dia menuturkan kebijakan prioritas distribusi bantuan pangan dilakukan melalui koordinasi dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadhan dan Idul Fitri, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia juga menjelaskan keterbatasan pasokan minyak goreng mencapai 35 persen dari skema DMO dari Kementerian Perdagangan membuat distribusi saat itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Setelah momentum itu, Bulog kembali memaksimalkan penyaluran. Untuk Banpang (bantuan pangan) setelah Idul Fitri arahannya," jelas Rizal.
Ke depan, kata Rizal, Bulog akan mempercepat penyaluran bantuan pangan setelah Idul Fitri sesuai arahan pemerintah, dengan memastikan distribusi berjalan lebih optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat.
Adapun, Bulog menyalurkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram dan empat liter minyak goreng MinyaKita kepada setiap keluarga penerima manfaat untuk alokasi dua bulan yakni Februari-Maret 2026.
"Bulog berkomitmen merampungkan distribusi bantuan pangan tersebut hingga April 2026." ujarnya.
Baca juga: Bulog salurkan serentak bantuan beras-minyak goreng bagi 32,3 juta KPM
Baca juga: Pemerintah mulai salurkan bantuan beras-minyak goreng jelang Lebaran
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.