Manokwari (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kurang lebih 100 warga yang terdampak banjir di kawasan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Selasa (7/4) malam.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari Reza Afriyanto, Rabu, mengatakan Tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi bencana setelah menerima laporan warga terkait peningkatan debit air yang signifikan.

“Kami langsung merespon laporan masyarakat dengan menerjunkan dua tim SRU (search and rescue unit) ke lokasi banjir,” kata Reza.

Dia menyebut proses evakuasi difokuskan pada kelompok rentan seperti warga lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, dan warga yang mengalami gangguan kesehatan guna memimalkan risiko korban jiwa.

Evakuasi dilakukan secara terpadu bersama sejumlah unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manokwari, Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Hingga pukul 22.35 WIT semua warga telah dievakuasi, baik melalui bantuan tim gabungan maupun evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Ratusan warga terdampak, kata dia, dievakuasi menuju dua titik pengungsian sementara, yaitu Gereja Efrata Wosi dan Kantor Lurah Wosi untuk mendapatkan penangan awal serta bantuan logistik.

Tim SAR masih disiagakan untuk memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi banjir susulan, sekaligus mengimbau seluruh masyarakat Manokwari di wilayah lainnya segera melapor apabila terjadi peristiwa serupa.

“Segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi,” ujarnya.

Baca juga: Hujan deras, 348 rumah warga terendam banjir 60 cm di Keerom Papua

Baca juga: BNPB: 23 warga hilang usai banjir bandang di Nduga Papua Pegunungan

Baca juga: Pemkot Jayapura imbau warga tingkatkan kewaspadaan curah hujan tinggi

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.