Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.031 personel gabungan untuk melayani aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan beberapa elemen masyarakat di kawasan Gambir.

"Kami hadir untuk melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara humanis, profesional, dan sesuai aturan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sebanyak 1.031 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek jajaran disiagakan untuk melayani aksi unjuk rasa yang digelar BEM UI dan juga beberapa elemen masyarakat lainnya di wilayah Jakarta Pusat.

Ia memastikan bahwa pengamanan dilakukan dengan prinsip melayani masyarakat dan menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Ada 1.031 personel gabungan untuk melayani aksi unjuk rasa," ujarnya.

Melalui akun instagram resmi BEMUI_Official yang dikutip di Jakarta, Rabu, BEM UI menggelar aksi solidaritas untuk aktivis KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban serangan penyiraman air keras.

Dalam seruannya, BEM UI menyatakan bahwa Andrie Yunus bersama koalisi masyarakat sipil sedang mengajukan Gugatan Judicial Review UU TNI, terutama terhadap Pasal 47.

Untuk itu, BEM UI siap mengawal gugatan di Mahkamah Konstitusi dengan menggelar aksi unjuk rasa di pintu belakang Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Wamenko Otto minta publik percayakan transparansi kasus Andrie Yunus

Baca juga: Polda Metro Jaya: Kasus Andrie Yunus telah dilimpahkan ke TNI

Baca juga: Berkas kasus penganiayaan Andrie Yunus dilimpahkan ke Oditurat Militer

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.