Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani memanfaatkan pertandingan pertamanya di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 untuk menemukan ritme permainan terbaik.
Putri yang menjadi unggulan ketujuh menang atas wakil Uni Emirat Arab Prakriti Bharath dengan skor 21-3, 21-7 di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu. Ia mengakui laga perdana selalu menjadi momen penting untuk beradaptasi dengan atmosfer pertandingan, termasuk mengembalikan kenyamanan pukulan dan sentuhan teknik di lapangan.
"Hari ini saya masih coba untuk ngenakin pukulan, tekniknya juga karena ini pertandingan pertama. Lawan sebenarnya bermain lumayan ulet juga," kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.
Menurut Putri, kemenangan pada laga pembuka ini juga tidak terlepas dari modal kepercayaan diri yang ia bawa dari tur Eropa sebelumnya.
"Hasil di Eropa kemarin jadi modal dan motivasi yang bagus untuk saya di sini. Dengan banyaknya pemain-pemain top di level ini pastinya saya ingin bisa tampil sebaik mungkin, targetnya mau dapat medali," ujarnya.
Baca juga: Jonatan Christie fokus tampil maksimal tanpa mematok hasil di BAC 2026
Secara permainan, Putri mampu mengendalikan pertandingan sejak awal melalui pola serangan yang konsisten dan minim kesalahan sendiri.
Ia langsung membuka jarak poin cukup jauh pada gim pertama sebelum menutupnya dengan skor 21-3.
Pada gim kedua, Putri tetap menjaga fokus dan tempo permainan hingga kembali menang dengan margin lebar 21-7 untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Hasil tersebut menjadi awal positif bagi Putri untuk terus meningkatkan performa seiring ketatnya persaingan di turnamen level Asia tersebut.
Selanjutnya, ia akan berhadapan dengan wakil China Gao Fang Jie yang menang dua gim langsung 21-13, 21-11 atas wakil Taiwan Sung Shou Yun.
Baca juga: Amri/Nita susul Jafar/Felisha ke babak 16 besar BAC 2026
Baca juga: Target ulangi semifinal iringi langkah Jafar/Felisha di BAC 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.