Jakarta (ANTARA) - Konsultan senior dan dokter gigi di Benglaru Dr. Shraddha Bahirwani mengatakan meskipun rutin menggosok gigi setiap hari banyak orang masih mengalami penguningan gigi karena gaya hidup yang dijalani sehari-hari.
Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (7/4) waktu setempat, Bahirwani mengatakan perubahan warna gigi bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan campuran pengaruh internal seperti genetika, penuaan, dan perkembangan gigi serta faktor eksternal seperti diet, merokok, dan obat-obatan, yang berarti menyikat gigi saja tidak dapat mengatasi semua penyebabnya.
“Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh penuaan, predisposisi genetik, kebiasaan makan, perubahan perkembangan selama pembentukan gigi, obat-obatan tertentu, dan pilihan gaya hidup seperti merokok atau menggunakan rokok elektrik,” katanya.
Baca juga: Cara putihkan gigi yang kuning dengan bahan alami
Warna kuning muncul karena enamel secara alami tipis dan tembus cahaya, sehingga dentin di bawahnya terlihat, memberikan tampilan kekuningan pada gigi. Efek serupa terlihat seiring bertambahnya usia, karena enamel secara bertahap menipis seiring waktu.
Pola makan juga merupakan penyebab lain terjadinya penguningan gigi yang jika kebersihan mulut tidak memadai dapat memperburuk kondisi tersebut.
“Konsumsi minuman bersoda, makanan berwarna, teh, kopi, dan anggur secara sering dapat menyebabkan noda, paparan yang berkepanjangan dapat menyebabkan zat-zat tersebut menembus lapisan gigi yang lebih dalam, sehingga lebih sulit untuk diobati,” katanya.
Baca juga: Jenis minuman yang bisa menimbulkan noda pada gigi
Gigi yang menguning juga disebabkan karena paparan tembakau dan merokok, akibat dari pengendapan nikotin dan tar yang mengakibatkan noda membandel yang tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi saja.
Selain pola makan dan gaya hidup, Bahirwani mengatakan faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam perubahan warna gigi. Penggunaan air sumur dengan kadar fluorida tinggi selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan pewarnaan intrinsik yang biasanya membutuhkan intervensi kosmetik.
Penyebab tertentu juga bisa terkait dengan pengobatan, suplemen zat besi dan penggunaan tetrasiklin. Dokter menjelaskan pembersihan dan pemutihan profesional efektif untuk mengatasi noda permukaan dan meningkatkan penampilan secara keseluruhan.
Baca juga: Pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut
Dalam kasus yang lebih sulit, solusi kosmetik seperti veneer, laminasi, atau mahkota gigi dapat direkomendasikan untuk mengembalikan warna dan struktur gigi.
Perawatan mulut preventif tetap penting dalam menjaga kesehatan gigi. Dokter gigi merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari, bersamaan dengan pemeriksaan gigi rutin, untuk membantu mendeteksi dan mengatasi masalah potensial sejak dini.
Berkumur setelah makan, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda juga dapat mengurangi risiko perubahan warna gigi.
Baca juga: Apa yang bisa dilakukan bila punya gigi kuning?
Baca juga: Apakah gigi alaminya berwarna kuning?
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.