Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengandalkan Ruang Bersama Indonesia (RBI) tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk mengatasi masalah terkait perempuan dan anak di tingkat kelurahan di wilayah itu.
"Fokus utamanya adalah menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kelurahan. Jika tingkat desa atau kelurahan bergerak, dampaknya akan terasa secara nasional," kata Menteri PPPA Republik Indonesia, Arifah Fauzi dalam peresmian RBI di RPTRA Citra Betawi, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Rabu.
Arifah mengatakan RBI merupakan gerakan kolaboratif lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan langsung dari tingkat akar rumput.
Dia menilai, wajah RBI yang sesungguhnya ada di Jakarta Selatan ini, di mana RBI sudah terintegrasi layanan seperti mobil Sapa 129, perpustakaan keliling, hingga layanan UMKM.
Ia berharap, kehadiran RBI dapat memiliki semangat responsif layaknya petugas pemadam kebakaran yang cepat tanggap dalam melayani masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya ketegasan aparatur kewilayahan dalam menekan angka stunting dan mencegah perkawinan anak, serta mendukung penerapan Peraturan Menkomdigi Nomor 9 Tahun 2024 terkait pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun guna menjaga kesehatan mental generasi muda.
Baca juga: Tangani kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kemen PPPA hadirkan 138 RBI
"Mari kita dukung program ini dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, melalui pemeriksaan kesehatan gratis, makan bergizi gratis, dan sekolah gratis," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan pembentukan RBI ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan antara KemenPPPA RI dengan Pemprov DKI Jakarta Tahun 2025 serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 334 Tahun 2023.
"Pada tahun 2025, kami sudah melakukan uji coba RBI di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara dan Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Hari ini, 10 kelurahan di wilayah Kecamatan Jagakarsa telah siap melaksanakan program RBI," ucap Dwi.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan, Ahmad Basyarudin memaparkan, dengan populasi mencapai 2,3 juta jiwa yang tersebar di 65 kelurahan, Jakarta Selatan memiliki 62 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang akan dioptimalkan sebagai pusat layanan RBI.
Basyarudin menambahkan, agar program RBI ini berdampak nyata, pihakmya telah menetapkan lima langkah konkret.
Mulai dari penguatan peran Lurah sebagai koordinator, optimalisasi kader (PKK, Dasawisma, Posyandu, Relawan SAPA), pemanfaatan RPTRA sebagai pusat aktivitas tematik seperti Jakpreneur, integrasi layanan kesehatan yang inklusif, hingga penguatan monitoring berbasis wilayah.
"Kami juga mendorong agar RBI di Jakarta Selatan bertransformasi menjadi gerakan bersama masyarakat. Kami menyatakan siap untuk menjadi percontohan RBI di tingkat nasional," ucap Ahmad.
Baca juga: RBI diharap perkuat komitmen pembangunan berperspektif gender
Baca juga: Menteri Arifah targetkan Rusun Marunda pilot project RBI di Jakarta
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.