Kenaikan di pasar-pasar ini menegaskan bahwa basis ekspor Batam masih memiliki daya saing yang kuat, khususnya pada produk manufaktur yang berorientasi ekspor,
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau mencatat ekspor Batam ke Amerika Serikat naik 30,71 persen menjadi 860,32 juta dolar AS pada Januari-Februari 2026.
Ini membuat AS menjadi pasar terbesar bagi produk Batam pada awal tahun ini.
"Data awal 2026 menunjukkan pasar utama Batam masih tumbuh dan beberapa sektor industri tetap mencatat kinerja yang positif,” ujar Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Dia mengatakan, hal tersebut saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization - MD4 (TUCC-MD4) di PT Wasco Engineering Indonesia, Batam.
Baca juga: Kemendag bidik negara tetangga jadi pasar ekspor produk UMKM Batam
Selain pasar AS, BP Batam mencatat Singapura yang berada di posisi kedua dengan nilai 704,47 juta dolar AS, naik 4,52 persen.
Sementara itu, India menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor 344,67 juta dolar AS melonjak 410,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data ini menunjukkan bahwa permintaan di sejumlah pasar utama Batam masih tumbuh kuat di awal 2026. Penguatan juga terlihat di sejumlah pasar lain.
Ekspor ke Tiongkok naik 49,63 persen menjadi 265,55 juta dolar AS, ke Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi 44,90 juta dolar AS.
Baca juga: Kemendag hadirkan Export Center Batam guna dampingi UMKM tembus ekspor
Ekspor mesin dan peralatan listrik naik 24,75 persen menjadi 1.561,44 juta dolar AS, minyak dan lemak hewan atau nabati tumbuh 44,77 persen menjadi 194,46 juta dolar AS, produk kimia naik 16,34 persen menjadi 167,74 juta dolar AS, dan perangkat optik meningkat 40,27 persen menjadi 54,30 juta dolar AS.
“Kenaikan di pasar-pasar ini menegaskan bahwa basis ekspor Batam masih memiliki daya saing yang kuat, khususnya pada produk manufaktur yang berorientasi ekspor,” kata dia.
Dari sisi komoditas, beberapa kelompok produk utama masih mencatat pertumbuhan solid, tambahnya.
Ia mengatakan, ekspor Batam pada Januari-Februari 2026 tercatat 3.107,47 juta dolar AS, turun 3,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Namun koreksi itu tidak terjadi secara merata.
Baca juga: BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster kualitas ekspor akhir 2026
Penurunan terutama berasal dari sektor kapal, kakao/coklat, dan produk besi-baja olahan, yang masing-masing turun tajam pada awal tahun ini.
Ekspor kapal turun dari 504,47 juta dolar AS menjadi 70,82 juta dolar AS, sementara kakao/coklat turun dari 151,12 juta dolar AS menjadi 59,89 juta dolar AS, dan produk besi-baja olahan menurun dari 251,28 juta dolar AS menjadi 177,38 juta dolar AS.
Secara kumulatif, penurunan tiga kelompok ini mencapai sekitar 598,78 juta dolar AS, jauh lebih besar daripada total koreksi bersih ekspor Batam yang sebesar 118,38 juta dolar AS.
Artinya, di luar tiga sektor tersebut, sejumlah sektor lain justru masih tumbuh dan menahan pelemahan ekspor secara keseluruhan.
Baca juga: Kemendag dorong produk UMKM Kyria Rezeki perluas pangsa ekspor
“Fokus kami adalah menjaga momentum pada sektor-sektor yang sedang menguat, sambil memberi perhatian pada sektor-sektor yang sedang terkoreksi," ujar dia.
Menurut Fary, perkembangan ini menunjukkan bahwa pondasi ekspor Batam masih ditopang oleh pasar utama yang kuat dan sektor manufaktur yang tetap ekspansif.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.