Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap menjalankan agenda transformasi untuk menghadapi dinamika dan tantangan ketenagakerjaan nasional yang kian kompleks dan mendesak.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker menjalankan enam agenda transformasi,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Adapun keenam agenda transformasi itu adalah membangun dan memulihkan kepercayaan publik, mentransformasi layanan ketenagakerjaan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan mempersiapkan tenaga kerja masa depan melalui upskilling dan reskilling.

“Lebih lanjut, memperkuat ketenagakerjaan yang inklusif, menegakkan norma ketenagakerjaan secara konsisten dan berkeadilan, serta mendorong hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” ujar Menaker Yassierli.

Baca juga: Posko THR Kemnaker terima 2.000 konsultasi dari pekerja

Saat ini, lanjutnya, terdapat setidaknya tujuh tantangan yang harus disikapi dengan baik oleh pemerintah.

Tantangan tersebut meliputi penguatan link and match serta optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), penyediaan pekerjaan yang layak dan inklusif bagi kelompok rentan, hingga penyusunan dan pembaruan regulasi ketenagakerjaan.

“Selanjutnya, penegakan norma ketenagakerjaan dan K3 di industri, penerapan hubungan industrial yang transformatif, pengembangan Labor Market Information System melalui platform SiapKerja, serta reformasi birokrasi di Kemnaker,” ujar Menaker Yassierli.

Selain itu, ia mengatakan penguatan jajaran di Kemnaker juga menjadi penting. Menurut Yassierli, hal ini karena penguatan posisi-posisi strategis sangat berkaitan langsung dengan layanan ketenagakerjaan bagi masyarakat, pekerja, pencari kerja, dan dunia usaha.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.