Kami akan meminta kepada Pelindo untuk melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang, dengan membuka beberapa dermaga baru
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya akan meminta PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) untuk mengembangkan pelabuhan di Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali)
Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menghindari penumpukan kendaraan yang sering dialami ketika hari libur seperti Nyepi maupun Idul Fitri.
“Kami akan meminta kepada Pelindo untuk melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang, dengan membuka beberapa dermaga baru. Kemudian juga nanti di wilayah Gilimanuk kami mengharap kami bisa mendapatkan wilayah-wilayah yang akan kami gunakan sebagai pelabuhan pasangan sementara untuk bisa menerima kapal-kapal penyeberangan yang dari Ketapang,” katanya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Pihaknya mengharapkan adanya dukungan dalam penyediaan area zona penyangga (buffer zone) di Bali pada masa mendatang untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan antrean kendaraan selama arus mudik.
Meskipun disadari bahwa pengadaan lahan di wilayah Bali cukup menantang karena keterbatasan area yang tersedia, tetapi penyediaan area penampungan tetap menjadi solusi alternatif untuk mengelola arus kendaraan yang sangat besar.
Keputusan antisipasi ini menjadi mendesak seiring hari raya Nyepi dan Idul Fitri tahun depan diprediksi berlangsung berdampingan. Jika tidak ada perubahan jadwal, maka rangkaian hari raya tersebut akan menciptakan tantangan operasional yang besar, sehingga diperlukan antisipasi matang dari jauh-jauh hari.
Untuk diketahui, selama arus mudik Idul Fitri 2026, sempat terjadi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang mengular sepanjang 30-40 kilometer.
Dalam rangka mengatasi persoalan, tersebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hendak mengembangkan pelabuhan feri di wilayah utara maupun wilayah timur Bali guna memecah kepadatan volume kendaraan seperti yang dilakukan untuk penyeberangan Merak-Bakauheni antara Banten dengan Lampung.
Salah satu pembangunan dermaga akan dilakukan di Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, yang menjadi bagian dari Pelindo.
Rencana pengembangan untuk tahap pertama Dermaga I Pelabuhan Celukan Bawang akan melayani kegiatan sandar kapal general cargo dan aspal curah dengan rencana pengembangan tambahan panjang dermaga sepanjang 92 meter.
Sementara itu, Dermaga II akan menjadi dermaga multi purpose yang melayani penumpang general cargo dan komoditas curah kering dengan rencana pengembangan tambahan panjang dermaga yaitu 60 meter.
“Pengembangan Celukan Bawang adalah salah satu progres yang akan kita lakukan untuk pengembangan pelabuhan-pelabuhan lain yang meliputi di Sangsit (Buleleng), kemudian Amed (Karangasem) dan Gunaksa (Klungkung),” ungkap Menhub.
Berdasarkan pengalaman di tahun ini, Kemenhub memandang bahwa sangat diperlukan antisipasi antrean kendaraan sebagaimana sempat terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk saat momen mudik Idul Fitri 2026.
“Penyeberangan kemarin itu bahwa kita tidak bisa lagi menyatukan antara kendaraan berat dengan kendaraan-kendaraan kecil, dimana kapasitas pelabuhan maupun jalan sudah tidak memadai lagi,” ucap dia.
Baca juga: ASDP Ketapang bisa gunakan anggaran pengadaan kapal untuk dermaga baru
Baca juga: ASDP respons peningkatan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk
Baca juga: Antrean kendaraan menuju penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terurai
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.