Sekarang KKP untuk sektor perikanan ini juga terus melakukan kontrak untuk perbaikan tambak masyarakat yang berdampak
Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) melaporkan bahwa proses pemulihan atau rehabilitasi dan rekonstruksi tambak terdampak bencana masih dalam proses identifikasi kerusakan, termasuk identifikasi para pemiliknya.
Berdasarkan data Satgas PRR yang diterima ANTARA di Banda Aceh, Rabu, proses identifikasi kerusakan dan pemilik tambak dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha (by nama by address) beserta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) masing-masing daerah.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Safrizal ZA mengatakan sektor perikanan atau tambak saat ini datanya sudah cukup lengkap dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan upaya perbaikan.
Baca juga: Satgas PRR dorong Kementan percepat pemulihan lahan pertanian
"Sekarang KKP untuk sektor perikanan ini juga terus melakukan kontrak untuk perbaikan tambak masyarakat yang berdampak," katanya.
Berdasarkan data yang diterima Satgas PRR hingga 6 April 2026, luas tambak yang terdampak bencana pada 18 kabupaten/kota di Aceh mencapai 30.417 hektare. Kemudian keramba 1.953 hektare dengan total pembudidaya sebanyak 18.593 orang.
Dari data Satgas tersebut, sejauh ini juga telah dilakukan usulan tambahan anggaran untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp1,7 triliun.
Kemudian KKP juga telah menyelesaikan rencana induk dan rencana aksi. Artinya, kata dia, semua langkah pemulihan sedang berproses, termasuk persiapan petunjuk teknis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bidang kelautan dan perikanan.
Baca juga: Satgas PRR: Akses desa terisolasi pascabanjir berulang Aceh diperbaiki
Di Aceh, KKP melalui Balai Benih Ikan (BBI) Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah telah menyalurkan bantuan 4.800 ekor atau 12 paket calon induk nila kepada petambak yang terdampak bencana.
Safrizal menegaskan data pemulihan sektor kelautan dan perikanan ini masih terus bergerak, karena tim di lapangan tidak berhenti bekerja untuk memastikan semua yang terdampak dapat terakomodir.
"Data ini bisa terus bergerak, karena tim di lapangan terus bekerja, sehingga tidak ada satu pun tertinggal atau keluar dari catatan yang sudah kita miliki," ucap Safrizal ZA.
Baca juga: Satgas PRR: Pemulihan rumah ibadah di Aceh sudah mencapai 98 persen
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.