Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, bersama Kedutaan Besar Belanda di Indonesia memfokuskan penguatan kerja sama pada program pertukaran mahasiswa sebagai bagian dari kolaborasi akademik internasional yang berkelanjutan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang akademik, penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan dosen antara Maluku dan Belanda,” kata Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Rabu.
Ia menjelaskan, program pertukaran mahasiswa yang sedang dirancang akan membuka peluang bagi mahasiswa Unpatti untuk menempuh studi jangka pendek di berbagai perguruan tinggi di Belanda, sekaligus menerima mahasiswa Belanda untuk belajar tentang kekayaan budaya, kelautan, dan potensi sumber daya di Maluku.
Menurut Rektor, skema program tersebut mencakup pertukaran satu semester hingga satu tahun akademik, pengakuan kredit, serta kolaborasi riset mahasiswa lintas negara yang difokuskan pada bidang kelautan, perikanan, pendidikan, dan pembangunan wilayah kepulauan.
Baca juga: Unpatti gandeng perusahaan Belanda studi pengelolaan sampah di Maluku
“Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional, tetapi juga membentuk wawasan global mahasiswa serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku,” ujarnya.

Selain pertukaran mahasiswa, kerja sama juga diarahkan pada pertukaran dosen, penyelenggaraan kuliah tamu, hingga pengembangan riset bersama antara Unpatti dan institusi pendidikan di Belanda.
Ia menambahkan, pihaknya menyambut antusias rencana kuliah tamu oleh Dubes Belanda bertema “A Conversation with the Ambassador: Connecting the Dots between Maluku and the Netherlands” sebagai bagian dari penguatan wawasan global mahasiswa.
Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen mengatakan melalui kerja sama yang terjalin diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, serta memperkenalkan peluang studi dan kolaborasi di Belanda.
“Kerja sama ini ke depan akan difokuskan pada pertukaran mahasiswa dan penguatan jejaring akademik, sehingga mahasiswa dari kedua negara dapat saling belajar dan memahami perspektif global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pertukaran mahasiswa akan didukung oleh berbagai skema, termasuk beasiswa, kerja sama antaruniversitas, serta program mobilitas internasional yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar lintas budaya.
Baca juga: Unpatti perkuat riset dan kolaborasi internasional daerah kepulauan
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya interaksi langsung dengan mahasiswa melalui kuliah tamu untuk memberikan pemahaman mengenai peluang dan tantangan pendidikan tinggi di tingkat global.
“Kami berharap mahasiswa di Ambon dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring internasional,” katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.