Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) menyatakan bahwa proses pembelajaran di Aceh sudah 100 persen meskipun masih adanya kelas darurat, tenda hingga menumpang.
Berdasarkan data Satgas PRR yang diterima di Banda Aceh, Rabu, jumlah fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Aceh mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat sebanyak 3.120 unit.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA mengatakan, dari 3.120 fasilitas pendidikan yang terdampak itu, 3.046 sudah kembali ke sekolah asal, kemudian 34 masih di sekolah darurat, 36 di tenda dan empat menumpang di gedung lainnya.
"Tapi pelaksanaan sudah 100 persen, dalam arti pembelajarannya sudah berlangsung. Walaupun masih ada kelas darurat 34, sekolah tenda ada 36, dan sekolah menumpang di gedung lain empat," kata Safrizal.
Baca juga: Satgas PRR: Pemulihan rumah ibadah di Aceh sudah mencapai 98 persen
Dari data Satgas, adapun 3.120 fasilitas pendidikan yang terdampak bencana tersebut terbagi dalam kategori rusak ringan 1.287 unit, 1.382 sedang dan 188 berat, dan 63 sekolah di relokasi.
"Di Aceh, sebanyak 63 sekolah direlokasi karena menempati daerah rawan atau zona merah," ujarnya.
Safrizal menambahkan, Kemendikdasmen telah menyatakan bakal segera membangun sekolah permanen untuk sekolah rusak berat tersebut, sehingga tidak lagi belajar di kelas darurat.
"Kemendikdasmen bertekad dalam waktu yang tidak terlalu lama, kelas darurat dan kelas tenda ini segera dibangun kembali, sehingga pelajar bisa menempati gedung permanen," demikian Safrizal ZA.
Baca juga: 220 siswa SD dan SMP di Nagan Raya Aceh masih belajar di tenda darurat
Baca juga: Satgas PRR akomodasi usulan tambahan huntara untuk Aceh Tamiang
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.