Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki 65 rumah di RT 5 RW 3 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, yang rusak terdampak angin puting beliung.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Rabu, memastikan bantuan darurat dan proses renovasi rumah melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dapat segera dilaksanakan oleh dinas terkait.
Bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (30/3) lalu mengakibatkan puluhan rumah warga di Gedawang mengalami kerusakan, mulai dari taraf ringan hingga berat.
Berdasarkan data sementara, terdapat 65 rumah yang terdampak di wilayah tersebut, dengan 29 rumah di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Untuk meringankan beban keluarga yang terdampak, Pemkot Semarang telah mendistribusikan berbagai bantuan logistik mulai dari sembako, terpal, hingga tempat tidur sementara.
"Saya berterima kasih kepada warga karena gercep. Jadi sore itu saya dapat kabar, setelah sampai di sini ternyata warga sudah langsung bergotong royong," katanya saat meninjau lokasi.
Baca juga: Pemkot Semarang: 86 pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang
Dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kota Semarang juga langsung memetakan bantuan darurat.
"Ada juga bantuan uang tunai. Nah, yang harus direnovasi akan masuk dalam daftarnya Disperkim untuk RTLH. Mudah-mudahan tim surveinya itu tidak lama karena ini memang sebuah kebutuhan," katanya.
Ia kembali memberikan apresiasi khusus terhadap kearifan lokal warga Gedawang yang menunjukkan sikap guyub rukun dalam membantu sesama saat terjadi bencana.
Kerja bakti massal terlihat masih berlangsung di lokasi untuk memperbaiki atap-atap rumah warga yang rusak akibat hempasan angin kencang.
Baca juga: BPBD Semarang: 45 rumah rusak akibat dampak cuaca ekstrem
"Sekali lagi saya terima kasih, nomor satu kepada warga yang guyub rukun, yang kedua kepada tim pemkot yang terjun, dan kepada keluarga yang tertimpa bencana kami sampaikan keprihatinan," ujarnya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.